Cerita Muadzin Senior Masjidil Haram yang Sedih Melihat Ka’bah Sepi "Hati Kami Menangis"

Namun, bulan Ramadhan tahun ini umat muslim harus menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kompas.com
Pemandangan dari udara menunjukkan jemaah haji tengah mengelilingi Kabah, tempat paling suci bagi umat Islam di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (3/9/2017). Tercatat sekitar 2,1 juta umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. 

TRIBUNSOLO.COM, Arab Saudi – Ramadhan adalah bulan yang luar biasa bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia.

Sukacita umat muslim selalu menyertai datangnya bulan Suci Ramadhan ini.

Karena bagi umat muslim bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kemuliaan.

Namun, bulan Ramadhan tahun ini umat muslim harus menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Munculnya wabah covid-19 atau virus corona di berbagai belahan dunia membuat umat muslim bersedih.

Rintis Usaha Kentongan, Warga Solo Ini Senang Bisa Ikut Jaga Budaya Tethek

Makna Kode Bunyi Kentongan : Ketukan 5-5-5 Berarti Ada Pencurian, 1-1-1 Ada Lelayu

Salah satu imbas dari virus corona yakni dengan munculnya peraturan dari pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan penutupan sementara di sekitar area Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Penutupan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Selain itu, penutupan ini juga menjadi rekomendasi dari WHO yang mendesak negara-negara untuk melakukan pembatasan orang-orang untuk berkumpul seperti tempat ibadah, pasar dan toko.

Dilansir Tribunsolo.com dari AFP Selasa (21/4/2020), muadzin senior Masjidil Haram Mekkah Ali Mulla merasa sedih melihat kondisi Mekkah yang sepi seperti saat ini.

 “Hati kami menangis,” ungkapnya.

Sebagai muadzin yang selalu menyuarakan panggilan salat atau biasa disebut adzan , Ali Mulla merasa sedih karena tidak bisa melihat area Ka’bah ramai oleh umat muslim yang akan menjalankan ibadah seperti biasanya.  

“Kami terbiasa melihat masjid penuh sesak dengan orang-orang di sepanjang waktu,” tambahnya.

Biasanya area Ka’bah selalu menjadi tempat paling ramai untuk berkumpulnya umat muslim dari seluruh dunia yang ingin menjalankan ibadah dan memanjatkan doa.

Area ubin di sekitar Ka’bah yang biasanya penuh tertutup oleh puluhan ribu orang kini ubin putih itu bisa terlihat dengan jelas.

Sudah beberapa minggu terakhir kondisi ini terjadi di Mekkah.

Dampak lain dari pembatasan ini juga dirasakan oleh para pedagang di sekitar Mekkah.

Belum Bisa Sebutkan Riwayat 2 Warganya yang Positif Corona, Pemkot Solo : Masih Kami Tracking

Ada 2 Pasien Positif Corona Baru Asal Sangkrah & Setabelan, Pemkot Solo Lakukan Tracing

Biasanya saat menjelang Ramadhan banyak orang berbelanja tapi saat ini banyak orang memilih membelanjakan uangnya untuk membeli barang kebutuhan karantina.

Seperti membeli masker dan alat pelindung lainnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved