Breaking News:

Solo KLB Corona

Beda Respon 3 Kepala Daerah 'Kandang Banteng'  Soal Larangan Mudik Jokowi : VVIP Jangan ke Solo

Larangan mudik yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan respon yang berbeda dari sejumlah kepala daerah di Solo Raya.

Editor: Adi Surya Samodra
(GALIH PRADIPTA)
Ilustrasi mudik gratis 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Larangan mudik yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan respon yang berbeda dari sejumlah kepala daerah di Solo Raya, khususnya Solo, Klaten, dan Wonogiri.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek, misalnya sampai saat ini belum melempar sinyal adanya larangan mudik bagi  warganya lantaran budaya kaum boro yang telah melekat dalam diri masyarakatnya.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani pun juga tidak melarang warganya yang merantau ke daerah Jabodetabek maupun daerah lainnya untuk pulang kampung alias mudik selama pandemi Corona, itupun jika kehidupan mereka tak terjamin.

Berbeda dengan Sri dan Jekek, Wali Kota Solo, FX hadi Rudyatmo kekeh melarang warganya untuk pulang kampung ke Kota Bengawan.

Pemudik yang nekat pulang kampung akan dikarantina di lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Solo, yakni Grha Wisata Niaga, Dalem Joyokusuman, dan Dalem Priyosuhartan.

Berikut ini 3 respon kepala daerah soal larangan mudik yang disampaikan Jokowi :

1. Budaya Kaum Boro

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo tetap kekeh dengan kebijakan awalnya soal pemudik.

Dia enggan berpolemik terkait menerima atau menolak terkait pemudik tersebut.

Padahal, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo baru saja mengumumkan bakal melarang aktivitas mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved