Solo KLB Corona

Saat Tradisi Jawa Sadranan & Padusan Jelang Ramadhan Juga Harus Off karena Corona, Ini Penampakannya

Namun pada kali ini tengah pandemi Corona, nyadran yang biasanya digelar seminggu sebelum Ramadhan dan padusan sehari sebelum Ramadan, kini sepi.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi sepi dan sunyi di dalam Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Orang Jawa biasanya tidak bisa lepas dari tradisi turun temurun dari nenek moyang.

Seperti tradisi sadranan atau nyadran dan padusan.

Ya tradisi yang biasa lekat dan erat dilakukan orang Jawa sebelum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Namun pada kali ini tengah pandemi Corona, nyadran yang biasanya digelar seminggu sebelum Ramadhan dan padusan sehari sebelum Ramadan, kini tak bisa dilaksanakan.

Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020).
Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Memang untuk padusan kini hanya bertempat di rumah masing-masing, tidak memenuhi kali atau umbul-umbul di tempat terbuka.

Misalnya di kawasan Kabupaten Boyolali, yang biasanya masyarakat menggelar nyadran berupa upacara pembersihan makam, tabur bunga, dan acara selamatan di rumah-rumah, nyaris tak banyak yang menggelarnya.

Begitu juga padusan sebagai tradisi membersihkan diri dengan mandi di kali, juga hari ini sepi.

Hal ini seperti yang terlihat di sumber-sumber mata air (umbul) daerah Kabupaten Klaten, termasuk di Umbul Ponggok, Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Selain itu Umbul Cokro di Kecamatan Tulung yang biasanya padat dengan ribuan orang saat padusan, kini sepi dan sunyi karena tutup.

Padahal biasanya saat padusan, lokasi-lokasi seperti ini bisa mendatangkan ribuan orang.

Pengendara lewat di depan Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020).
Pengendara lewat di depan Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Itu lantaran umbul yang berada di daerah Klaten sampai saat ini masih ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan akibat pandemi Corona yang tak kunjung mereda.

Kepala Divisi Pariwisata Perdesa BUMDes Tirta Mandiri, Suyantoko mengatakan Umbul Ponggok telah ditutup sejak 29 Maret 2020.

"Kami mengikuti instruksi dari pemerintah dan dinas pariwisata sejak kemarin hingga waktu yang belum ditentukan," ungkap Suyantoko kepada TribunSolo.com, Kamis (23/4/2020).

Papan pengumuman di depan Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020).
Papan pengumuman di depan Umbul Ponggok yang tidak bisa digunakan untuk padusan jelang Ramadhan di Jalan Delanggu- Polanharjo, Dukuh Jeblogan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved