Breaking News:

Solo KLB Corona

Corona Hantam Perekonomian, Serikat Buruh Tegas Tolak Penundaan dan Pemotongan THR

"Tapi, sementara ini belum ada informasi terkait perusahaan yang menunda," imbuhnya membeberkan.

Kompas.id
UMP 2020 di Jawa Tengah sebesar Rp 1,74 juta. Serikat buruh, SBSI 1992 Kota Surakarta menilai kenaikan belum cukup dan jauh dari harapan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Serikat buruh menilai tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menunda ataupun mengurangi besaran tunjangan hari raya (THR) meski saat ini sedang pandemi Corona.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Solo, Endang Retnowati menyampaikan para buruh jelas keberatan apabila itu terjadi.

"Para buruh sendiri tidak mau kalau ada penangguhan/pengurangan, intinya buruh sendiri jelas keberatan," ujar Endang kepada TribunSolo.com, Minggu (26/4/2020).

Perjuangan Mudik ABK Kapal Asal Solo, 25 Hari Dikarantina di Kapal AS, Sampai Solo Karantina Lagi

Dukung PSBB Pemerintah, BMW Indonesia Stop Pengiriman Mobil Baru

"Tapi, sementara ini belum ada informasi terkait perusahaan yang menunda," imbuhnya membeberkan.

Endang berharap pemberian THR sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya.

"Tetap mengacu pada aturan yang intinya, tujuh hari sebelum hari-H lebaran," ujar dia.

"Untuk THR dari perusahaan belum ada informasi tentang keberatan di awal puasa ini, ketahuan dua minggu sebelum lebaran mungkin," tambahnya.

Endang berharap perusahaan memberikan 100 persen THR kepada para buruh.

"Penuh diberikan, kalau persoalan nanti pengusaha seperti apa, ada diskusi lebih lanjut," tutur dia.

"Ada kesepakatan lebih lanjut, buruh berharap 100 persen atau minal 1 bulan upah," imbuhnya.

THR menjadi harapan bagi para buruh di tengah carut marutnya perekonomian saat ini.

Ditambah lagi, beberapa diantara mereka saat tidak menerima gaji utuh dari perusahaan.

"Apalagi saat kondisi yanh sekarang ini, buruh sangat terjepit, bicara persoalan ekonomi, apalagi ditambah dengan kerjanya tidak full," kata Endang.

"Nilai THR menjadi harapan utama," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved