Solo KLB Corona

Petugas Pakai APD,Ibu & Bayi di Klaten Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Prosedur Penanganan Corona

Ibu dan bayinya yang meninggal dunia setelah persalinan dimakamkan dengan prosedur penanganan pasien Corona di Kecamatan Gantiwarno, Klaten.

(ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)
ILUSTRASI : Proses pemakaman pasien Covid-19 asal Sidoarjo meninggal dunia, Rabu (25/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Ibu dan bayinya yang meninggal dunia setelah persalinan dimakamkan dengan prosedur penanganan Corona di Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten Minggu (26/4/2020).

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, sejumlah petugas pemakaman menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat membawa jenazah ibu dan bayinya hingga selesainya pemakaman pada dini hari pukul 02.30 WIB.

Update Corona Klaten 25 April 2020 : Tambah 4 PDP, Total Ada 58 Kasus PDP Klaten

Adapun ibu tersebut diketahui memiliki riwayat sesak napas dan hipertensi, walaupun ibu tersebut bukan pasien dalam pengawasan (PDP).

Camat Gantiwarno, Lilis Yuliyati membenarkan pada dini hari ada pemakaman seorang perempuan yang meninggal usai persalinan.

"Pemakaman seorang perempuan yang sedang mengandung bayinya di dalam kandungannya dengan protap Covid-19" ungkap Lilis.

Namun Lilis menenkankan jika si ibu tersebut meninggal bukan karena terkena Covid-19.

Ibu tersebut menurut Lilis merupakan warganya di Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno yang masih berusia 25 tahun.

Saat itu persalinan dilakukan karena bayi di dalam kandungannya diketahui telah meninggal dunia.

Dongkrak Minat Masyarakat, PMI Klaten Berikan Beras 2,5 Kg Bagi Pendonor Khusus di Bulan Ramadhan

"Jenazah sudah dimakamkan di Klaten sekitar pukul 02.30 WIB," kata Lilis.

"Dia tinggal dengan suaminya di Prambanan, namun KTP-nya masih di desa Muruh, Gantiwarno," aku dia.

Kakek 72 Tahun Asal Klaten yang Positif Corona Diduga Tertular Cucunya yang Baru Pulang dari Jakarta

Direktur Medik dan Keperawatan RSST Klaten, Juli Purnomo membenarkan ada seorang pasien yang pernah dirawat di rumah sakitnya.

Namun dia tidak menungkapkan dirawat karena apa.

"Iya pernah dirawat di sini, tapi dirujuk ke RSUP Sardjito, Yogyakarta," ungkap Juli.

Juli saat mengaku belum mendapatkan laporan mengenai informasi N lebih dalam.

"Saya belum dapat laporan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved