Pilkada Solo 2020

Gibran Tak Perlu Mundur dari Pilkada, Purnomo Jangan Lompat Pagar, Pengamat: Itu Manuver Murahan

Bakal calon Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka tidak perlu mengumumkan rencana mundur dari kancah Pilkada Solo saat belum meredanya wabah virus Corona.

ISTIMEWA/JIMBOENG
Achmad Purnomo membisikan sesuatu ke telinga Gibran Rakabuming Raka saat keduanya bertemu di Stadion Manahan Solo, Sabtu (15/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bakal calon Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka tidak perlu mengumumkan rencana mundur dari kancah Pilkada Solo saat belum meredanya wabah virus Corona.

Meski, Bakal Calon Wali Kota, Achmad Purnomo telah mengumumkan rencana mundur dalam pesta demokrasi lantaran tak sampai hari memikirkannya dan ingin fokus mencegah penyebaran virus tersebut.

Pengamat Politik Universitas Slamet Riyadi, Suwardi menyampaikan Gibran tidak memiliki urgensi untuk mengumumkan mundur dalam kontestasi Pilkada Solo.

Pasien Corona di Solo Ini Tak Mau Makan Gara-gara Perawat Ber-APD Lengkap, Begini Bujukan si Perawat

Apalagi, peluang mendapatkan rekomendasi DPP PDI Perjuangan kini terbuka lebar.

"Justru Gibran diuntungkan dengan pak Purnomo mundur, kenapa Gibran mundur," kata Suwardi kepada TribunSolo.com, Senin (27/4/2020).

Suwardi menduga Purnomo mundur lantaran tidak ingin head to head dengan politisi muda PDI Perjuangan itu.

"Kenapa pak Purnomo mundur? dugaan pertama, beliau tokoh yang baik dan bijaksana, tidak ingin head to head dengan anak muda, lebih baik mengalah," tuturnya.

Berencana Mundur dari Pilkada 2020, Joko Sutopo: Kondisi seperti Ini, Tak Pas untuk Momentum Pilkada

Suwardi berharap Purnomo tidak lompat pagar setelah mengumumkan rencana mundurnya dalam kontestasi Pilkada Solo.

"Saya belum percaya kalau ada udang di balik batu, saya tidak terlalu percaya, bagaimanapun Pak Purnomo, tokoh yang bijaksana, tokoh sepuh," ucap dia.

"Jauh hari menyatakan pernyataan yang menyejukan, saya tidak percaya pak Purnomo lompat pagar," imbuhnya membeberkan.

Sukoharjo Jadi Wilayah dengan Kasus Corona Tertinggi di Solo Raya, Total Ada 26 Kasus Positif

Suwardi menilai bila Purnomo benar-benar lompat pagar itu menjadi sebuah manuver politik murahan.

"Sampai Pak Purnomo lompat pagar itu manuver politik murahan," kata dia.

"Dia menelan ludah sendir, kemudian banyak hal yang menjadi negatif terhadap beliau," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved