Breaking News:

Solo KLB Corona

Ventilator Buatan Mahasiswa UNS Solo, Bisa Bantu Pernapasan Pasien Corona

Prodi FMIPA UNS Solo menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk membantu pernafasan pasien Covid-19.

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNJATENG.COM/ISTIMEWA
Prodi FMIPA UNS Solo menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk membantu pernafasan pasien Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk membantu pernafasan pasien Covid-19.

Pengembangan ventilator ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 seperti yang telah terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika terutama terkait dengan kurangnya ventilator untuk pasien Covid-19.

Dengan latar belakang tersebut, Dr. Ahmad Marzuki dan timnya dari Laboratorium Optik & Fotonika FMIPA UNS sejak awal Maret 2020 mencoba untuk menciptakan ventilator untuk membantu pernafasan bagi pasien Covid-19.

5 ASN di Sukoharjo Kena Sanksi setelah Terbukti Kampanye Pilkada Sukoharjo 2020

Dr. Marzuki mengatakan bahwa dengan tingkat kepadatan penduduk serta mobilitas penduduknya yang tinggi, Indonesia memiliki potensi yang cukup tinggi (menghawatirkan) untuk terjadinya penularan Covid-19 secara cepat.

"Di Itali dan Amerika Serikat, Covid-19 menular sangat cepat. Terutama di dua negara ini, laju pertambahan warga Negara terinfeksi Covid-19 ini jauh di atas laju pertambahan pasien yang yang sembuh. Akibatnya rumah sakit kewalahan. Jumlah kamar perawatan yang tersedia tidak mencukupi," terang Dr. Marzuki, Jumat (24/4/2020).

Hal lain adalah rumah sakit kekurangan ventilator yaitu alat bantu pernafasan yang sangat dibutuhkan oleh pasien akut terpapar Covid-19.

"Untuk itu, kami berinisiatif membuat alat ventilator supaya jika sewaktu-waktu negara kita ada dalam keadaan sangat membutuhkan ventilator dalam jumlah besar seperti yang terjadi di Itali dan USA, kita siap untuk membantunya. Namun kita berdoa semoga kita tidak sampai ada pada kondisi yang demikian," tandasnya.

Kesaksian Warga Kampung Baru Solo : Ibu Dijambret Usai Antar Daging 5 Kg, Pelaku Pakai Honda Vario

Alat bantu pernafasan yang sifatnya darurat ini tidak hanya dikembangkan oleh UNS.

Banyak perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri yang telah ikut serta mengembangkan alat ini, sebut saja misal MIT, Oxford University, Rice University, ITB dan lain-lain.

Ada perbedaan ventilator yang dikembangkan di UNS ini dengan yang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved