Breaking News:

Hapus Hukuman Mati, Arab Saudi Ganti Hukuman Maksimal 10 Tahun Penjara untuk Anak di Bawah Umur

Arab Saudi menghapus hukuman mati dan mengganti hukuman untuk anak di bawah umur yang melakukan tindak kriminal.

Instagram/@riyadhtour
Ilustrasi. 

TRIBUNSOLO.COM, RIYADH - Arab Saudi menghapus hukuman mati dan mengganti hukuman untuk anak di bawah umur yang melakukan tindak kriminal.

Demikian pernyataan Komisi HAM (HRC), mengutip dekrit kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman.

"Dekrit itu mengartikan setiap individu yang menerima hukuman mati atas kejahatan yang dilakukan saat ia masih di bawah umur, tidak dapat lagi menghadapi eksekusi. Sebaliknya, individu itu akan menerima vonis penjara tidak lebih dari 10 tahun di penjara anak," kata Presiden HRC Awwad Alawwad melalui pernyataan yang dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Cerita Menhub Budi Karya Sumadi yang Terjangkit Covid-19: Saya Tidak Sadar selama 14 Hari

Tidak langsung diketahui kapan dekrit itu akan diberlakukan. Dekrit itu juga tidak segera dimuat media pemerintah.

Arab Saudi, yang memiliki catatan HAM di bawah pengawasan intens internasional setelah pembunuhan wartawan Arab Saudi terkemuka pada 2018, menjadi satu di antara eksekutor hukuman mati terbesar di dunia setelah Iran dan China.

Laporan tahunan terbaru itu diterbitkan Amnesty International.

Lembaga itu mengatakan kerajaan telah mengeksekusi 184 orang pada 2019, termasuk sedikitnya satu orang anak di bawah umur.

"Ini hari yang penting bagi Arab Saudi. Dekrit itu membantu kami dalam menetapkan hukum pidana modern, sekaligus menunjukkan komitmen kerajaan untuk menindaklanjuti reformasi kunci di seluruh sektor di negara kami," kata Awwad.

Seusai Tagar #BupatiKlatenMemalukan Trending, Warganet Ramai Sebut Klaten Kota Seribu Foto Bupati

Pengumuman itu muncul hanya berselang dua hari setelah kerajaan menghapus hukuman cambuk, dalam sebuah keputusan oleh Komisi Umum Mahkamah Agung.

Hukuman itu nantinya akan diganti dengan vonis penjara atau denda.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved