Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Bila Jadi Mundur dari Balon Wali Kota Solo, Purnomo Jamin Tak Pindah ke Partai Lain, Tetap PDI-P

Bakal Calon (Balon) Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan Achmad Purnomo menyatakan mundur dari kontestasi pencalonan Pilkada Solo 2020, dia memastikan

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com
chmad Purnomo saat bersama Gibran Rakabuming Raka di Mapolresta Solo, Selasa (28/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bakal Calon (Balon) Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan Achmad Purnomo menyatakan mundur bilamana Pilkada 2020 digelar pada 9 Desember 2020.

Meski menyatakan mundur dari kontestasi pencalonan Pilkada Solo 2020, dia memastikan tidak akan berpaling dari PDI Perjuangan.

Purnomo mengatakan, dirinya tidak ada rencana dan tidak akan pindah ke Partai Lain.

Purnomo Santai Tanggapi Analisis Partai Lain, Dianggap Mundur Karena Tendensi Politis

Achmad Purnomo Belum Serahkan Surat Mundur dari Pilkada 2020, Ini Alasannya

"Tidak, saya tidak akan pindah ke lain partai," jelas Purnomo ditemui di Mapolresta Solo, Selasa (28/4/2020).

Purnomo menyatakan, siap menerima apapun keputusan partai terkait kemundurannya.

Apabila, Pilakda Serentak tidak jadi digelar Desember apakah dia lanjut atau tidak juga diserahkan pada partai.

"Saya ikut partai dan tidak akan pindah," jelas Purnomo.

Saat ini para Bakal Calon Wali Kota Solo seperti Purnomo dan Gibran masih menunggu surat keputusan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

Berbeda dengan Kabupaten Wonogiri, Klaten, Sragen, dan Boyolali, rekomendasi Pasangan Calon (Paslon) yang diusung PDI Perjuangan untuk maju pada Pilkada Solo belum keluar.

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Karanganyar 29 April 2020 / 6 Ramadhan 1441 H

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sragen 29 April 2020 / 6 Ramadhan 1441 H

Sukoharjo dan Karanganyar juga menjadi Kabupaten di Solo Raya yang belum diumumkan rekomendasi dari partai berlogo Banteng itu.

Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, soal mundurnya Purnomo dari Pencalonan karena Pilkada Serentak akan dilakukan pada 9 Desember 2020.

"Tapi kalau pak Pur ini belum mengirimkan  surat, nanti kalau KPU benar memutuskan Pilkada Desember baru pak Pur mundur," jelas Rudy, Selasa (28/4/2020).

Isi Sensus Penduduk sebelum 29 Mei 2020, Login di Laman sensus.bps.go.id

Rudy mengatakan, mudurnya Purnomo nanti akan dilaporkan ke DPP PDI Perjuangan.

Bisa saja nanti mudurnya Purnomo dari DPP diterima atau ditolak semuanya wewenang pusat. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved