Breaking News:

Sidang Teror Air Keras Kembali Digelar Hari Ini, Novel Baswedan Akan Hadir dan Bersaksi

Sidang teror air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti nonton bareng dan diskusi 'Menolak Diam' memperingati 1 tahun kasus teror air keras terhadap Novel Baaswedan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sidang teror air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, anggota Tim Advokasi Novel, Saor Siagian mengatakan Novel Baswedan dijadwalkan bersaksi dalam sidang teror air keras tersebut.

"Iya ( Novel baswedan) akan hadir," kata Saor kepada Kompas.com, Kamis pagi.

Saor menuturkan, Novel akan bersaksi seputar apa yang dia alami dan ketahui selaku korban penyiraman air keras.

"Tentu yang dia lihat,dengar dan alami sendiri. Juga tergantung bagaimana jaksa menguji elaborasi," ujar Saor.

Sederet Fakta Persidangan Pertama Kasus Novel Baswedan, Terdakwa Tahu Rumah Novel dari Internet

Berlangsung 3,5 Jam, Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Perankan 10 Adegan

Bebas, Romahurmuziy: Berkah Ramadan, Saya Bisa Kembali Bersama Keluarga

Novel sebelumnya dijadwalkan bersaksi pada Kamis (2/4/2020) lalu, namun ia tidak menghadiri sidang ketika itu. Saor menyebut Novel tidak hadir karena mematuhi anjuran pemerintah terkait physical distancing selama pandemi Covid-19.

"Karena situasi pandemi corona, sesuai permintaan pemerintah, hari ini Novel tidak hadir dalam sidang," kata Saor.

Sidang kemudian ditunda selama empat pekan dan akan kembali digelar pada Kamis hari ini.

Dalam kasus ini, dua terdakwa yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir didakwa telah melakukan penyaniayaan berat terencana terhadap Novel dengan tuntutan hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Ronny dan Rahmat yang disebut sebagai polisi aktif itu melakukan aksinya lantaran rasa benci karena Novel dianggap mengkhianati institusi Polri.

Dalam dakwaan tersebut mereka dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 setelah menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyerangan tersebut, Novel mengalami luka pada matanya yang menyebabkan gangguan penglihatan.

(KOMPAS.COM/ Ardito Ramadhan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Novel Baswedan Akan Bersaksi dalam Sidang Kasus Penyiraman Air Keras".

Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved