Breaking News:

Virus Corona

Duh, India Sebut Alat Rapid Test dari China Rusak, Beijing Langsung Merespons

Diketahui alat rapid test digunakan untuk mengecek antibodi pada tubuh yang mungkin terinfeksi corona dengan cepat.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi: RAPID TES DRIVE THROUGH - Petugas medis Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya (RKZ) memberi layanan rapid test COVID-19 secara drive through yang pertama di Surabaya, Selasa (21/4). Peserta rapid test drive through cukup duduk di atas kendaraan dan tim laboratorium RKZ yang akan mengambil sampel darah. Proses berlangsung tak lebih dari 10 menit dan hasil lab dikirim via email maksimal 2 jam kemudian. Biaya rapid test drive through di RKZ ini dibanderol dengan harga Rp 398 ribu. 

TRIBUNSOLO.COM - India memutuskan membatalkan pesanan setengah juta alat rapid test dari China.

Alasannya karena ada beberapa yang rusak.

Pemerintah pusat di New Delhi juga menarik alat itu dari sejumlah negara bagian.

Diketahui alat rapid test digunakan untuk mengecek antibodi pada tubuh yang mungkin terinfeksi corona dengan cepat.

Beredar Surat Perobohan Masjid di Banyumas Karena Tak Dipakai Ibadah Akibat Corona, Ini Kata Kades

Pemulung Wonogiri yang Sembuh dari Corona Diminta Tidak Dikucilkan, Kini Mulai Hidup Normal di Rumah

Rata-rata hanya dalam 30 menit hasilnya sudah bisa diketahui, sebagaimana dikutip dari BBC

Langkah India ini dibantah China dengan mengatakan bahwa alat tes ini sangat berguna untuk memahami skala infeksi di area tertentu.

Selain itu pihak China mengaku bahwa semua alat tes terjamin kualitasnya.

"Kualitas produk medis yang diekspor dari Tiongkok diprioritaskan."

"Tidak adil dan tidak bertanggung jawab bagi individu-individu tertentu untuk menyebut produk-produk Cina sebagai 'kesalahan' dan melihat masalah dengan prasangka pre-emptive," kata juru bicara kedutaan besar China, Ji Rong pada Selasa (28/4/2020).

Pekerja kota yang mengenakan pakaian hazmat berjalan di daerah residensial untuk survei kesehatan dari pintu ke pintu selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Kolkata. India. Rabu (29/4/2020). (AFP/Dibyangshu SARKAR)
Pekerja kota yang mengenakan pakaian hazmat berjalan di daerah residensial untuk survei kesehatan dari pintu ke pintu selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Kolkata. India. Rabu (29/4/2020). (AFP/Dibyangshu SARKAR) (AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

China berusaha membantu India memerangi virus corona dengan tindakan nyata dan memastikan kualitas ekspor medisnya menjadi prioritas bagi produsen, menurut pernyataan itu.   

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved