Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Peringati May Day, SBSI Pilih Tak Turun ke Jalan, Ingatkan soal Omnibus Law: Cooling Down Dulu

Peringatan hari buruh atau May Day yang bertepatan Jumat (1/5/2020) terasa berbeda tahun ini lantaran adanya pandemi Corona.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI BURUH : Massa yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dari para pekerja buruh melakukan demonstrasi di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017). Tututannya adalah Cabut PP 78/2015 tentang Pengupahan, tolak upah sektor padat karya di bawah upah minimum, lawan sistem pemagangan, naikkan upah 31 persen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peringatan hari buruh atau May Day yang bertepatan Jumat (1/5/2020) terasa berbeda tahun ini lantaran adanya pandemi Corona.

Beberapa serikat buruh memilih untuk tidak turun ke jalan menyampaikan aspirasi mereka demi memutus mata rantai virus tersebut.

Meski begitu, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 berharap pemerintah tidak memanfaatkan keadaan untuk memuluskan pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Omnibuslaw RUU Cipta Kerja.

Sejarah Hari Buruh atau May Day, Bermula dari 400 Ribu Buruh di AS yang Tuntut Kerja 8 Jam Sehari

Ketua DPC SBSI 92 Kota Solo, Endang Setyowati menyampaikan pemerintah diharapkan mampu merasakan kondisi buruh saat ini.

"Kita tidak melakukan kegiatan turun ke jalan, apabila pemerintah dalam kondisi seperti ini mendesak pembahasan Omnibuslaw, itu sangat tidak elok," kata Endang kepada TribunSolo.com, Jumat (1/5/2020).

Pemerintah diharapkan bisa menahan diri untuk tidak membahas Omnibus Law di saat pandemi Corona.

Kumpulan Ucapan May Day atau Hari Buruh yang Diperingati Tiap 1 Mei, Bisa Dijadikan Status di Medsos

"Kita sama-sama cooling down dulu saat situasi seperti ini," tutur Endang.

Itu supaya meredam hal-hal yang tidak diinginkan terjadi bila pembahasan tetap dilanjutkan.

"Bagaimana lagi, ini juga urusan perut, buruh merasa kecewa bida melakukan upaya penyaluran aspirasi, seperti demo," kata Endang.

Diperingati Setiap Tanggal 1 Mei, Begini Sejarah Hari Buruh Sedunia dan di Indonesia

SBSI 92 memilih untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan para anggota di tengah pandemi Corona.

"Kita sosialisasikan, dari tingkat pengurus ke tingkat anggota, untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif," ujar Endang.

"Mulai dari saling memberikan informasi terkait perusahaan-perusahaan mana kala terjadi hal-hal yang perlu diantisipasi," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved