Breaking News:

Ramadhan 2020

Apakah Dosa Juga Akan Dilipatgandakan di Bulan Ramadhan? Simak Penjelasannya

Bulan yang penuh dengan ampunan dan nikmat di dalamnya. Segala amal baik yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Tribun Jogja/Hendra Krisdianto
Jika kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, lalu bagaimana dengan dosa? 

TRIBUNSOLO.COM – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat bagi seluruh umat muslim.

Bulan yang penuh dengan ampunan dan nikmat di dalamnya.

Segala amal baik yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Jika perbuatan pahalanya dilipatgandakan lalu bagai mana dengan perbuatan maksiat atau dosa?

Hukum Berpuasa Tapi Tidak Mengerjakan Shalat, Apakah Sah Puasanya?

Hukum Menonton Video Dewasa di Bulan Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasa?

Bagaimana Hukumnya Jika Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan? MUI Menjawab

Dialnsir dari NuOnline, sebuah hadits riwayat Imam Muslim telah menjelaskan betapa mulianya Allah SWT dengan memberikan pahala yang berlipatganda bagi mereka yang mengerjakan kebaikan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya:

“Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman,”Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalka syahwat dan makanan demi Aku.” Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan lainnya saat menemui Tuhannya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi.” (HR Muslim)

Sebenarnya Allah tak hanya melipatgandakan perbuatan baik mereka tetapi juga dengan niat baiknya.

Namun, niat baik yang diikuti dengan pelaksanaan perbuatan baik sesuai dengan niatnya.

Lalu bagaimana dengan niat buruk apa akan terhitung?

Jika masih niat jahat masih dalam niat dan belum dikerjakan belum tercatat sebagai sebuah dosa.

Dan dosa akan ditulis jika niat jahat sudah dikerjakan sesuai dengan niat tersebut.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً

Artinya:

“Dari Ibnu Abbas Ra, dari Rasulullah SAW pada apa yang diriwayatkan dari Allah, ia bersabda: “Allah menulis kebaikan dan kejahatan. Ia kemudian menerangkan, siapa saja yang terpikir untuk berbuat kebaikan dan ia belum melakukannya, niscaya Allah akan mencatatnya sebagai kebaikan sempurna.tetapi bila ia terpikir untuk berbuat kebaikan dan ia melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan yang berlipat ganda hingga 700 hingga kelipatan yang banyak. Namun, jika ia terpikir untuk membuat kejahatan dan ia belum melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kebaikan sempurna. Tetapi bila ia terpikir untuk berbuat jahat dan ia kemudian melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kejahatan saja,” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagaimana dengan dosa di bulan Ramadhan, apa dosanya dilipatgandakan juga?

Sesuai dengan firman Allah yang ada di Surat Al-An’am ayat 160, Allah tidak melipatgandakan dosa.

Namun, hal ini bisa saja terjadi jika perbuatan jahat tersebut dikerjakan di bulan Ramadhan.

وإن همّ بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة زاد أحمد «ولم تضاعف عليه» ويدل له قوله تعالى: فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا (الأنعام: 160) نعم قد تعظم بشرف زمان أو مكان كالأشهر الحرم ورمضان ومكة، أو بشرف الفاعل لها وقوة معرفته بالله تعالى وقربه منه، فإن من عصى السلطان على بساطه أعظم جرماً ممن عصاه على بعد

Artinya:

“Tetapi bila ia terpikir untuk berbuat kejahatan dan ia kemudian melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kejahatan saja), dalam riwayat Ahmad disebutkan tambahan ‘dan (dosa itu) tidak dilipatgandakan.’ Surat Al-An’am ayat 160 menunjukkan hal ini, ‘(Kejahatan) Seseorang tidak dibalas kecuali dengan yang setimpal.’ Namun, dosa itu juga kadang dilipatgandakan karena keagungan waktu atau tempat seperti bulan-bulan terhormat, Ramadhan, atau Makkah; atau karena kemuliaan pelakunya dan kekuatan makrifat serta kedekatannya dengan Allah. Pasalnya, pembangkangan seseorang terhadap penguasa di karpet merahnya lebih besar tingkat kesalahannya daripada pembangkangan seseorang dari jauh,” (Lihat Ibnu Alan As-Shiddiqi, Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadhis Shalihin, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], juz I, halaman 77).

Jadi intinya, selama bulan Ramadhan alangkah baiknya mengerjakan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk yang dilarang Allah SWT.

(*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved