Breaking News:

Info Kesehatan

Benarkah Melakukan Olahraga Berat di Bulan Puasa Berbahaya? Simak Penjelasannya

Dia mengatakan, olahraga selama bulan puasa ditujukan untuk kesehatan, yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

(shutterstock)
Ilustrasi olahraga 

Kurva tersebut terbentuk dari sudut kiri ke bawah, kemudian naik ke kanan atas membentuk seperti huruf J atau tanda centang.

Titik paling kiri pada kurva menunjukkan kondisi tubuh ketika tidak berolahraga, di mana risiko mengalami infeksi berada pada titik yang tinggi.

Sementara, titik paling kanan adalah kondisi tubuh ketika berolahraga berat, di mana risiko infeksi cenderung lebih besar.

Risiko infeksi teredah adalah ketika kita melakukan olahraga ringan sampai sedang karena imunitas tubuh dalam kondisi terbaik.

"Itu sebabnya olahraga yang dianjurkan pada saat bulan puasa harus ringan sampai sedang karena tujuannya untuk kesehatan," papar dia.

Lantas, jenis olahraga apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan puasa?

Menurut Michael, utamakan jenis olahraga aerobik atau olahraga yang memiliki ciri khas intensitas ringan.

Juga olahraga yang memiliki gerakan berulang dan durasinya panjang.

Beberapa di antaranya adalah jalan keliling kompleks perumahan, bersepeda statis, bersepeda keliling kompleks, jalan di atas treadmill, hingga berenang.

Meski begitu, karena bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, maka olahraga seringan apa pun sebetulnya akan berdampak positif terhadap tubuh.

Halaman
123
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved