Doa Buka Puasa, Sebaiknya Dibaca Sebelum Buka Puasa atau Sesudahnya? Simak Penjelasannya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci dan penuh keberkahan, bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Waktu baca doa buka puasa yang tepat

Warta Kota
Ilustrasi Puasa 

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya:

“Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaalah,” (HR Abu Daud).

Di Indonesia sendiri bacaan hadits di atas digabung menjadi satu.

Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka menggunakan air.

ويسن أن يقول عقب الفطر: اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت ويزيد - من أفطر بالماء -: ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الاجر إن شاء الله تعالى

Artinya:

“Disunnahkan membaca doa setelah berbuka “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahakan doa: “Dzahabadh dhamau wabtalatl-uruqu wa tsabat-l—arju insya-a-Llah,” (Fath al-Muin, juz 2, hal.279).

Banyak orang di Indonesia salah paham soal pelaksanaan membaca doa buka puasa.

Umumnya mereka membaca doa sebelum berbuka puasa yakni sebelum menyantap makan dan minum.

Benarkah yang demikian?

Sebenarnya cara membaca doa puasa yang paling benar yakni ketika setelah selesainya buka puasa.

Halaman
123
Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Rifatun Nadhiroh
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved