Breaking News:

Doa Buka Puasa, Sebaiknya Dibaca Sebelum Buka Puasa atau Sesudahnya? Simak Penjelasannya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci dan penuh keberkahan, bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Waktu baca doa buka puasa yang tepat

Warta Kota
Ilustrasi Puasa 

TRIBUNSOLO.COM – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci dan penuh keberkahan, bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim.

Karena pada bulan Ramadhan, Allah menurunkan rahmat, ampunan, dan dibukakannya pintu surga bagi orang-orang beriman.

Di bulan ini, umat muslim diwajibkan untuk mengerjakan puasa sebulan penuh kecuali bagi mereka yang berhalangan.

Puasa dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, selama puasa umat Muslim menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa.

Seperti makan, minum, nafsu, dan maksiat.

Selain itu, saat berbuka puasa ternyata ada sejumlah etika yang harus dilakukan.

Berdiet saat Puasa, Konsumsi 7 Buah Ini saat Sahur

Benarkah Melakukan Olahraga Berat di Bulan Puasa Berbahaya? Simak Penjelasannya

Tips Ampuh Cegah Mengantuk saat Puasa, Perhatikan Pola Makan hingga Tidur yang Cukup

Salah satunya dengan membaca doa, dilansir dari NuOnline ada beberapa lafal buka puasa yang dijelaskan dalam beberapa hadits. Diantaranya:

كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya:

“Rasulullah ketika berbuka, beliau berdoa: ‘Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka,” (HR Abu Daud).

Sedangkan ada hadits lain yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar, Rasulullah melafalkan doa sebagai berikut:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya:

“Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaalah,” (HR Abu Daud).

Di Indonesia sendiri bacaan hadits di atas digabung menjadi satu.

Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka menggunakan air.

ويسن أن يقول عقب الفطر: اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت ويزيد - من أفطر بالماء -: ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الاجر إن شاء الله تعالى

Artinya:

“Disunnahkan membaca doa setelah berbuka “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahakan doa: “Dzahabadh dhamau wabtalatl-uruqu wa tsabat-l—arju insya-a-Llah,” (Fath al-Muin, juz 2, hal.279).

Banyak orang di Indonesia salah paham soal pelaksanaan membaca doa buka puasa.

Umumnya mereka membaca doa sebelum berbuka puasa yakni sebelum menyantap makan dan minum.

Benarkah yang demikian?

Sebenarnya cara membaca doa puasa yang paling benar yakni ketika setelah selesainya buka puasa.

Hal ini sesuai dengan penjelasan yang ada di ktab Hasyiyah I’anah at-Thalibin:

ـ (وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده

Aartinya:

“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,” (Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).

Dasar dari dahlil ini disesuaikan dengan makna yang terkandung dalam doa berbuka tersebut, khususnya pada doa yang tercantum dalam Abdullah bin Umar yang pantas diucapkan setelah berbuka puasa.

Tidak disalahkan bagi mereka yang membaca doa buka puasa sebelum menyantap makan dan minum, tapi tetap yang paling utama adalah membacanya setelah selesai berbuka.

 (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Rifatun Nadhiroh
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved