Breaking News:

Solo KLB Corona

Heboh RW Disebut Provokasi Penolakan Jenazah Perempuan di Klaten, Ternyata Meninggal Akibat Migren

rga Kabupaten Klaten dihebohkan dengan postingan di medis sosial (medsos) terhadap isu penolakan jenazah perempuan bernama Suwarni.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Perangkat menunjukkan postingan di medsos di kantor Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Senin (4/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Warga Kabupaten Klaten dihebohkan dengan postingan di medis sosial (medsos) terhadap isu penolakan jenazah perempuan bernama Suwarni, Senin (4/5/2020).

Adapun informasi yang menyertakan sejumlah foto beserta keterangan dalam postingan Facebook di grup Facebook Info Seputar Klaten (ISK) oleh akun Stev Itox kemudian viral di mana-mana.

Tidak selang berapa lama postingan lenyap alias dihapus, begini isinya :

Penolakan pemakaman jenazah ibu suwarni, yang meninggal karena penyakit hipertensi bukan covid 19 sudah dijelaskan dari pihak RSI Klaten. Karena terprovokasi RW nya warga menolak. Mlandang Manjungan Ngawen Klaten. Kejadian tadi siang. Nuwun

Namun dalam kesaksiannya, Samsudin selaku Ketua RW 10 Dukuh Mladang, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten membantah warganya menolak jenazah almarhum.

"Saya tidak meminta warga saya untuk menolak jenazah almarhum Suwarni," ungkap Samsudin di kantor Desa Manjungan.

Samsudin mengaku saat itu, pihaknya belum bisa memutuskan jenazah almarhum dimakamkan di wilayahnya karena masih ada pihak-pihak belum lengkap berkumpul membahas hal ini.

"Saat itu, kita masih mengumpulkan RT, RW, dan masih dalam proses," ucap Samsudin.

ODP Asal Klaten Meninggal di RSST Usai Jalani Perawatan 2 Hari, Ternyata Sempat Keluhan Sesak Napas

Prihatin Soal Penolakan Jenazah Corona, Kades Ini Hibahkan Tanah Pribadinya, Namun Ada Warga Menolak

Lebih lanjut dia menerangkan, dari pihak RW, Desa Tempursari dan keluarga melakukan perundingan.

"Hasil kesepakatan ketiga belah pihak, memutuskan jenazah almarhum diterima dan dimakamkan di Makam Bentaro, Dukuh Mlandang, Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten," kata Samsudin.

Samsudin menegaskan kembali, bahwa pihaknya tidak menolak atau mengarahkan warganya menolak jenazah almarhum Suwarni yang ternyata meninggal karena penyakit migren atau hipertensi bukan karena terpapar Covid-19.

"Tidak ada penolakan dari warga kami, sebenarnya sudah tidak masalah lagi, karena jenazah sudah dimakamkan," tandasnya. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved