Didi Kempot Meninggal Dunia

Bernama Asli Dionisius Prasetyo, Inilah Makna Nama Didi Kempot yang Sebenarnya

Bernama Asli Dionisius Prasetyo, Inilah Makna Nama Didi Kempot yang Sebenarnya

Tayang:
Tangkapan layar KompasTV
Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pagi. Disebutkan bahwa Didi awalnya mengeluh panas. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia karena serangan jantung di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020).

Nah, meski jadi figur terkenal, tak banyak yang tahu siapa nama asli Didi Kempot.

Didi Kempot Hanya Nama Panggung, Ini Nama Asli dan Arti Singkatan Kempot pada Namanya

Istri Didi Kempot Sebut Nama Dionisius Didi Kempot Hoax : Nama Lahirnya Didi Prasetyo

Dilansir Kompas.com, nama lahir Didi Kempot ternyata adalah Dionisius Prasetyo.

Dari nama lahir itu, ia kemudian biasa dipanggil Didi Prasetyo saat kecil dan remaja.

Banyak yang mengira memiliki nama sebutan Kempot gara-gara pipinya cekung alias tirus.

Ternyata, nama Kempot itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan bentuk pipi cekungnya.

Ketika diundang oleh Rosiana Silalahi ke acara Rosi di Kompas TV, Lord Didi pun menjelaskan apa itu arti dari Kempot.

Melalui sebuah video milik YouTuber Gofar Hilman yang diputar acara Rosi itu, terungkap bahwa "Kempot" merupakan akronim dari Kelompok Penyanyi Trotoar.

"Jadi kata Kempot itu singkatan ya mas?" tanya Gofar dalam video itu, dikutip HAI dari Kompas.com.

"Iya betul, Kelompok Penyanyi Trotoar disingkat Kempot," ucap Didi menjawab Gofar.

Jadi ternyata untuk Kempot adalah singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar.

Pria yang dijuluki sebagai Godfather of Broken Heart oleh para Sobat Ambyar ini merupakan penyanyi campursari yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Didi Kempot merupakan putra dari pelawak di Kota Solo, Ranto Edi Gudel (almarhum), yang dikenal dengan nama Mbah Ranto.

 Didi Kempot Meninggal Dunia, Wali Kota Solo Ungkap Sempat Telepon Senin Sore

Dilansir dari Tribunnewswiki.com, Didi Kempot juga saudara pelawak senior yaitu Mamik Podang.

Penyanyi yang terkenal dengan lagu Stasiun Balapan ini sejak kecil menikmati kehidupan di Surakarta.

Hingga saat ini Didi Kempot menjadi penyanyi campursari kebanggan kota kelahirannya.

Didi Kempot diketahui tidak menamatkan bangku sekolah.

Saat berada di bangku SMA, Didi Kempot memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya.

Jenazah Penyanyi Campur Sari Didi Kempot Akan Dimakamkan di Ngawi

Hal tersebut dilakukan karena Didi Kempot terpengaruh dengan perkataan ayahnya.

Pada saat itu ayah Didi Kempot mengatakan bahwa seniman tidak memerlukan sekolah tinggi yang terpenting adalah praktek.

Sejak kecil, Didi Kempot dikenal sebagai anak yang nekat dan berani.

Sejak kelas 3 SMP, Didi Kempot sudah mulai mengamen.

Hal tersebut Didi Kempot lakukan terlepas Didi Kempot anak pelawak yang sedang berjawa pada saat itu.

Menurut Didi Kempot, mengamen bagaikan tes mental untuk dirinya.

Didi Kempot rela menjual sepeda untuk membeli sebuah gitar untuk mengamen.

 Didi Kempot Meninggal Dunia, Ini Kata Keluarga soal Riwayat Penyakit Almarhum

Kenangan di SMP 15

Saat TribunSolo.com melacak ke sekolah masa remaja Didi Kempot, yakni SMP Negeri 15 Solo, pihak sekolah juga menyatakan Didi Kempot terdaftar di sekolah dengan nama Dionisius Prasetyo.

Dalam buku induk sekolah, Tahun 1980, saat bersekolah di SMPN 15 Solo, Didi Kempot masih dikenal dengan nama Dionisius Prasetyo.

"Lewat guru yang sudah pensiun dan kami mencoba membuka buku induk, sudah lama kami tidak tahu sejarahnya dulu," jelas dia.

"Menurut info dari salah satu TU (tata usaha) yang sudah purna tugas, Dionisius Prasetyo Kelas 1 di SMPN 15, terus pindah ke SMP Kanisius," kata Iswita.

Perjalanan Karier

Didi Kempot mengawali karier sebagai musisi jalanan atau pengamen.

Pada sekitar 1984, Didi Kempot mulai menekuni profesi sebagai pengamen di Solo.

Dua tahun kemudian, Didi Kempot dan tman-temannya merantau ke Jakarta.

Saat berada di Jakarta, Didi Kempot mengontrak rumah bersama teman-temannya.

Didi Kempot justru mengamen dan mengawali karier dari nol.

Sebuah keberuntungan berpihak pada Didi Kempot, pada saat itu seorang produser mengajak Didi Kempot masuk ke dapur rekaman.

Didi Kempot memiliki ciri khas dengan pakaian khas Jawa yang lengkap dengan blankon.

Sejak saat itu Didi Kempot mulai muncul di televisi nasional membawakan lagu campursari.

Lagu 'Stasiun Balapan' menjadi satu di antara lagu Didi Kempot yang populer.

Nama Didi Kempot menjadi lebih dikenal khalayak melalui lagu tersebut.

Album perdana Didi Kempot juga bertajuk 'Stasiun Balapan' yang dirilis pada tahun 1999.

Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Plong'.

Tak berhenti berkarya, Didi Kempot terus mengeluarkan album dengan lagu campursari yang khas.

Pada tahun 2001, Didi Kempot merilis album berjudul 'ketaman Asmoro'.

Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Pokoe Melu'.

Album yang dikeluarkan Didi Kempot terus mendapatkan respon positif masyarakat Indonesia.

Dalam album 'Cucak Rowo' pada tahun 2003, lagu yang dibawakan Didi Kempot menjadi populer.

Di tahun berikutnya, Didi Kempot kembali merilis album 'Jambu Alas' bersama Nunung Alvi pada tahun 2004.

Dan pada tahun 2005, Didi Kempot merilis album berjudul 'Ono Opo'.

Lagu 'Stasiun Balapan' meceritakan sebuah nama stasiun yang ada di Solo.

Didi Kempot menciptakan lagu tersebut ketika dirinya mengamen di Solo.

Pada saat itu Didi Kempot terinspirasi dari penumpang yang ada di stasiun tersebut.

Didi Kempot Meninggal Dunia, Sobat Ambyar Berduka

Bukan Dionisius

Meski demikian, Istri Didi Kempot, Yan Vellia, meluruskan soal nama lahir suaminya.

Sebelumnya, di sejumlah pemberitaan, disebutkan bahwa nama lahir Didi kempot adalah Dionisius Prasetyo.

Seminggu Sebelum Meninggal, Didi Kempot Sempat Ingin Nyanyikan Lagu Tentang Kematian

Begini Cara Didi Kempot Makmurkan Keluarganya, Adiknya Sebut Bukan Berikan Ikan Tapi Kailnya

Nah, menurut Yan Vellia, informasi ini hoax, alias informasi palsu.

Yan Vellia menyebut, nama lahir Didi kempot adalah Didi Prasetyo. 

Yan pun mengaku kaget saat melihat karangan bunga untuk Didi kempot, menggunakan nama Dionisius tersebut.

Ia malah mengaku kali pertama mengetahui Dionisius dari sebuah karangan bunga.

"Saya baru tahu saat ada karangan bunga itu," katanya.

"Padahal dari lahir namanya Didi Prasetyo, saya yang jadi saksinya," tegas Yan Vellia.

Ingin Umrah

Terpisah, guru spiritual Didi Kempot juga meluruskan pemberitaan siampang siur soal kabar bila Didi kempot adalah mualaf.

Ia yang tak tahan sampai harus bicara ke berbagai media, maupun wawancara di YouTube untuk melakukan klarifikasi mengenai kabar tersebut.

"Saya resah sekali, beredar hoax agama beliau, Dalam foto peti itu seolah olah itu adalah almarhum," papar Gus Miftah saat mengisi ceramah 7 hari tahlilan pada Minggu (10/5/2020).

Dikatakan olehnya, sejak kenal Didi Kempot puluhan tahun lalu, sang maestro adalah seorang muslim.

Bahkan kali terakhir mereka bertemu, Didi Kempot sempat berkeinginan untuk melaksanakan umrah.

Keinginan Didi Kempot yang terhalang maut itu, membuat Gus Miftah akan meniatkan umrahnya untuk sang maestro.

"Harus saya klarifikasi," tegasnya.

"Karena terakhir ketemu, beliau ingin umrah,Karena beliau dipanggil, maka karena itu niat jadi wajib dilaksanakan, nanti kalau saya umrah akan saya niatkan untuk beliau," terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved