Breaking News:

Solo KLB Corona

Pengamat Transportasi Solo Sebut Pemerintah Harus Bertanggungjawab dengan Adanya Larangan Mudik

Menurut pengamat transportasi Solo Djoko Setijowarno, jika masyarakat perantau yang tidak boleh mudik, dan sudah tak berpenghasilan, maka akan rentan

(GALIH PRADIPTA)
Ilustrasi mudik gratis 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aturan larangan mudik yang diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, harus didukung dengan kesiapan pemerintah dalam mengcover masyarakatnya yang masih di berada di Kota Besar.

Pandemi virus Corona ini tidak hanya berdapak pada sektor kesehatan saja, namun sektor ekonomi dan sosial juga sangat terdampak.

Menurut pengamat transportasi Solo Djoko Setijowarno, jika masyarakat perantau yang tidak boleh mudik, dan sudah tak berpenghasilan, maka akan rentan untuk terus bertahan hidup.

108 warga Desa Tijaran Klaten Jalani Isolasi Mandiri, Warga dan Pemdes Bantu Logistik

Sukoharjo Tambah 11 Positif Corona Baru: Ada Klaster Bogor sampai Klaster Gowa dan Klaster Sukabumi

Karena, tidak sedikit masyarakat perantauan di Kota Besar yang kehilangan mata pencaharian mereka, namun dia terjebak tidak bisa pulang.

"Kelompok ini sekarang yang semula mandiri dengan penghasilan harian, sekarang sudah melarat menuju sekarat," ujar Djoko pada TribunSolo.com Jumat (8/5/2020).

Ditengah situasi sulit, ia menyarankan agar pemerintah segera memberikan bantuan secara merata.

Jika tak dilakukan, bukan tidak mungkin masyarakat tersebut akan semakin sekarat dengan keadaan mereka.

Selain itu, Djoko juga khawatir masyarakat perantau akan memaksakan mudik dengan cara apapun.

Update Corona Solo 8 Mei 2020: Positif jadi 27 Kasus dari Mojosongo dan Semanggi

Cegah Pencurian Data, Simak 5 Cara Amankan Akun Facebook dari Hacker, Cek Aplikasi yang Terhubung

"Kelompok ini dengan segala cara pasti dilakukan untuk segera tiba di kampung halaman," jelasnya.

Menururtnya, fenomena pemudik yang secara sembunyi - sembunyi mengakali petugas kepolisian, hanya salah satu dari dampak permasalahan baru tentang pelarangan mudik.

Dunia Masih Merana karena Corona, Warga China Sudah Piknik Lagi, Tiket Disneyland Ludes Terjual

Sehingga dia meminta agar pemerintah bisa membuat satu kebijakan, agar para perantau yang tidak bisa mudik ini, bisa diperhatikan oleh pemerintah.

"Jika pemerintah menghendaki agar mereka tidak mudik, maka berikanlah jaminan hidup berupa bantuan logistik selama berada di perantauan," tegasnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved