Solo KLB Corona

Imbas Corona, Hotel di Solo Buka Paket Karantina Mandiri Demi Bertahan, Tapi PHRI Ingatkan Hal Ini

PHRI Kota Solo tidak mempermasalahkan pengelola hotel yang ingin menyulap tempatnya menjadi lokasi karantina mandiri.

TribunSolo.com/Adi Surya
Puluhan kasur untuk karantina pemudik yang dibuat Pemkot Solo di Dalem Joyokusuman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Minggu (5/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Sura Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo tidak mempermasalahkan pengelola hotel yang ingin menyulap tempatnya menjadi lokasi karantina mandiri.

Humas PHRI Kota Solo, Sistho A Srestho menyampaikan pihaknya tidak akan membatasi improvisasi yang dilakukan pengelola hotel selama masa pandemi Corona.

"Kita mengembalikan kebijakan itu ke masing-masing hotel," kata Sistho kepada TribunSolo.com, Kamis (14/5/2020).

"Itu bagian strategi masing-masing hotel untuk mengatur keuangannya karena kondisi sekarang cukup sulit," imbuhnya membeberkan.

Warga Semanggi Solo Positif Corona, 27 Tetangga Kos di Rapid Test, Gugus Tugas : Rantainya Mirip MLM

Pemkot Solo Izinkan Hotel Jadi Karantina Pemudik, Biaya Tanggung Sendiri, Wajib Laporan Periodik

Sistho tidak menampik sejumlah hotel di Solo terus berimprovisasi guna bertahan di tengah hantaman Corona yang tak kunjung mereda.

"Dalam kondisi seperti ini, hotel mencari revenue, beberapa hotel memiliki program menginap 7 hari, 14 hari, 30 hari, laundry, makanan, dan family package," ujarnya.

Apalagi, pengelola hotel masih harus membayar sejumlah kebutuhan operasional, termasuk biaya listrik.

Bukan Graha Wisata,100 ABK Pesiar Luar Negeri Asal Solo Bakal Karantina Mandiri di Harris-Pop! Hotel

Kesaksian Penjual Daging Sapi Keluhkan Sepi Pembeli Bukan karena Isu Daging Babi,Tapi Pandemi Corona

"Saat seperti situasi ini, betul-betul tidak ada pemasukan, minim sekali pemasukan, seperti itu untuk mengcover expand," tutur Sistho.

Meski begitu, Sistho mengingatkan pengelola hotel tetap harus memperhatikan sejumlah hal.

"Bagaimana setelah selesai karantina mandiri, bagaimana policy pembersihan, sterilisasinya juga, itu pasti dihitung secara cermat, jangan sampai pemasukan dan pengeluarannya tidak seimbang," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved