Solo KLB Corona

Dua Bulan Nganggur, Buruh Bangunan Kartasura Hidupi 5 Orang Anak dan Istri Bergantung Dari Bantuan

"Anak saya ada enam, yang tiga masih sekolah, dua menganggur, satu sudah menikah, dan istri saya tidak bekerja," katanya

TribunSolo.com/Agil
Ketua LSM Lapaan RI Kusumo Putro saat menyerahkan beras di Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (22/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Buruh Bangunan bernama Sarono (52) warga Gonilan, Kartasura, Sukoharjo hanya bisa mencari bantuan dari para dermawan untuk menyambung hidupnya dan keluarga.

Sebelum ada pandemi Covid-19, dia adalah seorang buruh bangunan yang saat bekerja biasa dibayar Rp 70 ribu per hari bila mendapatkan proyek.

Namun, saat pendemi virus corona datang, sudah dua bulan terakhir dia sama sekali tidak bekerja.

Pedagang Pasar Wates Ini Menangis Terisak Ketika Rapid Test, Khawatir Kalau Positif

Contoh Naskah Khutbah Ceramah Idul Fitri 2020 di Rumah, Tema Meneguhkan Nilai Fitrah Saat Pandemi

Padahal sebagai tulang punggung keluarga, dia harus menghidupi 5 orang anaknya dan seorang istrinya.

"Anak saya ada enam, yang tiga masih sekolah, dua menganggur, satu sudah menikah, dan istri saya tidak bekerja," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (22/5/2020).

Surono mengaku sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp 200 per bulan berupa sembako.

Namun, bantuan itu dianggapnya belum cukup, karena ada keperluan lainnya yang harus dibayar dengan uang.

"Untuk bayar-bayar seperti uang sekolah ditunda dulu, gak ada uang," ucapnya.

Dia mengaku selama ini hanya mencari-cari bantuan dari dermawan, untuk dia bertahan hidup bersama keluarganya.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved