Solo KLB Corona

Paceklik Corona, Okupansi Anjlok 5 Persen, Hotel di Solo Menanti Keringanan Tagihan PLN

"Hotel-hotel juga demikian hampir 25 hotel terutama bintang-bintang besar banyak yang tutup," papar dia.

Dok The Alana Hotel Solo
Aksi kampanye hotel di Solo yang membuat sinyal bertuliskan 'LOVE' menggunakan lampu kamar, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaku perhotelan di Kota Solo berharap adanya relaksasi tagihan listrik yang diberikan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Apalagi, mereka kelabakan menghadapi pandemi Corona yang tak kunjung tunjukan tren menurun.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo, Abdullah Suwarno menyampaikan bisnis pariwisata, khususnya hotel lesu.

Sederet Cara Cegah Kadar Kolesterol Tinggi Setelah Lebaran, Perbanyak Konsumsi Serat

Kritik Perpu 01 Tahun 2020, Eva Yuliana Anggap Pemerintah Tak Spesifik Atur Protokol Kesehatan

Bahkan, puluhan hotel berbintang di Kota Solo kini telah menutup operasional mereka akibat hantaman Corona.

"Perhotelan adalah ujung tombak utama di bidang pariwisataan sedangkan dalam suasana Covid ini, kepariwisataan menjadi yang paling anjlok," terang Abdullah kepada TribunSolo.com, Jumat (22/5/2020).

"Hotel-hotel juga demikian hampir 25 hotel terutama bintang-bintang besar banyak yang tutup," papar dia.

"Kalau tidak tutup, biaya operasional tinggi, sementara tamunya do re mi, satu dua tiga saja," imbuhnya membeberkan.

Rata-rata okupansi hotel di Kota Solo terjun bebas bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Angkanyapun tidak sampai 10 persen.

Halaman
123
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved