Solo KLB Corona

Paceklik Corona, Okupansi Anjlok 5 Persen, Hotel di Solo Menanti Keringanan Tagihan PLN

"Hotel-hotel juga demikian hampir 25 hotel terutama bintang-bintang besar banyak yang tutup," papar dia.

Dok The Alana Hotel Solo
Aksi kampanye hotel di Solo yang membuat sinyal bertuliskan 'LOVE' menggunakan lampu kamar, Jumat (3/4/2020). 

"Dari sisi pembiayaan teman-teman cashflow-nya paling kuat sampai bulan Juni," ujar Abdullah.

Terjun Langsung Cek Bandara Adi Soemarmo, Ditjen Perhubungan Pastikan Penerapan PM 25 Tahun 2020

"Kalau Juni masih seperti ini terus, kurang tahu mereka akan berbuat apa, masih bingung mencari jalan keluar," papar dia.

Para pelaku hotel sampai saat ini masih menanti kebijakan PLN untuk memberikan keringanan tagihan listrik.

Pasalnya, beberapa diantara mereka tetap dibebankan biaya abonemen listrik sebesar Rp 5 juta per bulan selama pandemi Corona.

"Ini yang sampai sekarang sangat dikeluhkan pengusaha, baik yang medium maupun besar, biaya dari PLN belum ada satu relaksasi yang betul betul bisa dinikmati," kata Abdullah.

Bolehkah Shalat Idul Fitri di Rumah Dilakukan Tanpa Khutbah? Begini Penjelasan MUI

Para pelaku perhotelan sebenarnya diperbolehkan untuk menurunkan daya listrik saat wabah Corona.

"Kita bisa menurunkan daya, kalau tadinya kita misalnya 22 ribu watt, bisa diturunkan 5 sampai 10 ribu watt dengan batas tertentu maksimal tiga bulan," ujar Abdullah.

"Repotnya lagi pada saat naikan lagi pas ramai, kita bayar itu sama saja," tambahnya.

Abdullah mengaku telah berdiskusi dengan perwakilan PLN yang berada di Kota Solo.

Viral Markas Stadion klub PSM Makassar Ditanami Sayur-sayuran, Ternyata Ada Tujuan Mulia di Baliknya

Sayangnya, pertemuan tersebut belum bisa menghasilkan keputusan apapun.

"Kalau PHRI lokal berjuang ke PLN tidak mungkin berhasil, kebijakan mereka nasional," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved