Solo KLB Corona

Ada Masjid yang Gelar Salat Id Berjamaah, Kemenag Sukoharjo Harap Tak Muncul Klaster Baru Mirip Gowa

"Jika muncul kluster baru, yang bertanggung jawab masyarakat, tapi pemerintah pasti juga yang menangani," jelasnya.

Tribunsolo.com/Agil Tri
ILUSTRASI : Proses penjemputan pasien positif Covid-19 di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Senin (11/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sejumlah masjid dan kelompok masyarakat di Kabupaten Sukoharjo berencana menggelar salat id berjamaah pada Idul Fitri.

Kepala Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi mengatakan, rencana kegiatan itu dilakukan tanpa izin, karena Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengimbau agar tidak melakukan salat id di tempat umum.

Dia berharap, masyarakat yang hendak melakukan salat id berjamaah di tempat umum mengurungkan niatnya, dan menaati aturan dari pemerintah untuk melaksanakan salat id di rumah dengan keluarga inti.

Mengingat saat ini Kabupaten Sukoharjo menduduki peringkat pertama terbanyak di Solo Raya atau peringkat dua di Jateng dengan jumlah kasus positif Covid-19.

Pandemi Corona Masih Berlangsung, Ada Sejumlah Masjid di Sukoharjo Tetap Gelar Salat Id Berjamaah

Gandeng Artis Indonesia Rising Star, Double Decker Solo Baru Galang Dana Bantuan Covid-19

"Kita sering sampaikan ke teman-teman jika Sukoharjo ini statusnya KLB, dan data itu yang menyampaikan Dinas Kesehatan," katanya saat dihubungi Sabtu (23/5/2020).

"Kelurahan ini zona hijau, ini zona merah, jangan gunakan penjelasan alamiah, mari gunakan penjelasan ilmiah," imbuhnya menjelaskan.

Dia tak ingin muncul kluster baru, usai masyarakat melaksanakan salat id berjamaah, meski dalam skala kecil seperti lingkup RT.

"Jika muncul kluster baru, yang bertanggung jawab masyarakat, tapi pemerintah pasti juga yang menangani," jelasnya.

"Saya sampaikan jangan samakan dengan pasar dan mall, kalau ada kluster di masjid kan memalukan, karena MUI dan ulama telah memberikan imbauan," terangnya.

Pihaknya bersama Gugus Tugas tingkat Kecamatan juga telah mensoalisasikan kembali SE dari Pemkab Sukoharjo, untuk melaksanakan salat id di rumah masing-masing

Insiden Membludaknya Pembagian BST Serengan, Kantor Pos Bantah Petugas Terlambat, Ini Penjelasannya

"Kita sudah menindaklanjuti surat dari Pemkab Sukoharjo kepada camat agar tidak melaksanakan salat ied berjamaah di masjid atau lapangan," ucapnya.

"Mudah-mudahan bisa dilanjuti dan ditaati oleh masyarakat," kata dia.

Dalam pelaksanaan salat id ini, Kemenag mendorong untuk menggelar salat dengan keluarga inti. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved