Solo KLB Corona

Kebijakan Salat Id di Tempat Umum Dibatalkan, Begini Respon Pengurus Masjid di Colomadu Karanganyar

"Kami belum dengar, baik pengurus Masjid Nurjamil maupun masyarakat belum mengetahui keputusan Bupati," kata Sarjono saat ditemui TribunSolo.com.

TRIBUNSOLO.COM/REZA DWI WIJAYANTI
Ilustrasi: Ratusan jemaah saat menunggu salat id berlangsung di Alun-alun Karanganyar, Minggu (11/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kebijakan Bupati Karanganyar Juliyatmono membatalkan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di tempat umum belum di dengar Pengurus Masjid Nurjamil di Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (23/5/2020).

Takmir Masjid tersebut, Mayor Purn Sarjono menuturkan, baik pengurus maupun masyarakat sekitar belum mengetahui imbauan terbaru dari Bupati Karanganyar.

"Kami belum dengar, baik pengurus Masjid Nurjamil maupun masyarakat belum mengetahui keputusan Bupati," kata Sarjono saat ditemui TribunSolo.com pada Sabtu (23/5/2020).

Update Corona di Indonesia 23 Mei: Terjadi Lonjakan Kasus, Kini Total 21.745 Kasus, 5.249 Sembuh

BREAKING NEWS: Bupati Karanganyar Batalkan Salat Id di Alun-Alun

Jika keputusan Bupati sudah sampai kepadanya, Sarjono mengaku akan menggelar rapat darurat pada Sabtu (23/5/2020) malam.

Rapat tersebut guna membahas kesepakatan warga karena Masjid Nurjamil sendiri sedianya akan menggelar salat Id pada Minggu (24/5/2020).

Sarjono menambahkan, jika pihak Masjid Nurjamil sendiri akan mematuhi keputusan pemerintah.

Jika keputusan terbaru tak mengijinkan Salat Id digelar secara terbuka, maka pihaknya akan tetap mematuhi.

"Kita ikuti keputusan pemerintah, kalau seandainya Salat Id dirumah masing-masing kita tidak masalah," kata dia.

Meski begitu, pihak Masjid Nurjamil tak menampik jika warga sekitar memaksa untuk menggelar salat Id di Masjidnya.

Ia beralasan jika warga memaksa untuk mengadakan salat Id, pihaknya tidak akan menghalang halangi.

"Kalaupun setelah rapat nanti warga kami menginginkan untuk beribadah disini, kami tidak akan tolak," kata dia.

"Prodsedur  kesehatan akan tetap kami terapkan, itu kemungkinan jika warga sini menginginkan salat Id di Masjid," terangnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved