Idul Fitri 2020

Panduan Lengkap Khutbah Idul Fitri 1441 H di Rumah, Beserta Contoh Naskahnya

Shalat berjamaah dilakukan minimal 4 orang, satu orang imam dan tiga orang makmum.

Tribunjabar.id/Gani Kurniawan
Ilustrasi shalat Idul Fitri sendiri di rumah- Berikut ini tuntunan bacaan niat shalat Idul Fitri 1441 H/2020 M baik sendiri atau berjamaah lengkap dengan latin dan artinya. 

Untuk itu, agar selamat dari murka dan azab Allah Swt., seorang hamba harus komitmen mengerjakan apa-apa yang diperintahkan Allah kepadanya dan menjauhi segala sesuatu yang dilarangNya.

Lantas, apa keuntungan yang akan kita peroleh jika kita taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi apa saja yang dilarang-Nya?

Masih Pandemi Corona, Dua Masjid Besar di Klaten Tidak Selenggarakan Salat Id

Jamaah yang diberkahi Allah...

Dalam al-Qur’an, banyak sekali dijelaskan tentang hasil atau keuntungan yang akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa.

Diantaranya adalah:
Pertama. Dengan ketakwaan akan memberi rasa aman dan tentram pada orang yang takut dan mendatangkan rasa gembira dan bahagia pada orang yang sedang bersedih.

Orang yang bertakwa tidak akan merasa takut dan bersedih saat berada di dunia maupun di akhirat kelak.

Allah Swt. Berfirman: ”Maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (al-A’raf: 35)

Kedua. Allah Swt. akan memudahkan urusan-urusan orang yang bertakwa; dimudahkan menjalankan kebajkan, menjalankan ketaatan, menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang, diteguhkan dalam menjalankan kebaikan dan ketaatan dan dimudahkan dalam menjalani proses atau rangkaian sebuah perkara.

FirmanNya: ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (al-Lail: 5-7).

Maksudnya, barangsiapa menginfaqkan hartanya dijalan Allah, demi mengharap keridhaanNya, bersedekah dengan cara yang baik dan bertakwa kepada Allah Swt. maka Allah Swt. akan memudahkan setiap perkara yang dihadapinya.

Ketiga. Allah Swt. akan meluaskan rizki dan berkah pada orang yang bertakwa dengan dilapangkan rizkinya, dibukakan pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi, diturunkan hujan dan disuburkan pertaniannya.

Allah Swt. menegaskan dalam firman-Nya: ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi... (QS. Al-A’raf :96)

Keempat. Dengan ketakwaan, seseorang akan dibebaskan dari permasalahan, ditunjukkan segala solusi dan dilimpahkan rizki dari jalan yang tidak pernah disangka- sangka.

Janji Allah dalam al-Qur’an: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. (2) Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (3) (QS.65:3)

Hadirin jamaah sholat Ied yang dirahmati Allah...

Inilah pesan atau wasiat yang sangat berharga. Tidak ada kunci penyelamat hidup di dunia dan akhirat kecuali ketakwaan. Oleh karena itu, marilah kita niatkan selalu untuk memperbaharui dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang bertakwa, hamba-hamba yang selalu menjalankan perintah
Allah dan menjauhi segala apa yang telah dilarang-Nya, amin ya rabbal ‘alamîn.

Akhirnya marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita ini dengan berdoa, memohon kepada Allah untuk kebaikan kita, keluarga kita, saudara kita, tetangga kita dan seluruh kaum muslimin :

Khutbah Shalat Id
Khutbah Shalat Id (ist)

Tata Cara Salat Idul Fitri di Rumah

Berikut tata cara shalat Idul Fitri sesuai panduan MUI: 

1. Sebelum salat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Salat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat salat idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لله تعالى

Usholli sunnatan liidil fitri rak'ataini (makmuman/imaman) lillahi taala

“Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر /Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (subhanalllahi walhamdulilahi walaailahaillallahu wallahuakbar)

6. Membaca surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur'an.

7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

8. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri ( takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. (subhanalllahi walhamdulilahi walaailahaillallahu wallahuakbar)

9. Membaca surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur'an.

10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

11. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

(Tribunnews.com/Daryono/Tio)

Panduan Khutbah Idul Fitri 1441 H Disertai dengan Contoh Naskah Khutbah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Panduan Khutbah Idul Fitri 1441 H Disertai dengan Contoh Naskah Khutbah, 

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved