Solo KLB Corona

Potret Hotel Solo saat Lebaran di Tengah Corona, Biasanya Bisa Tolak Tamu, Kini 10 Persen Beruntung

Para pengelola perhotelan di Kota Solo bakal menyambut masa Lebaran yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI HOTEL : Harris-Pop! Hotel yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (14/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para pengelola perhotelan di Kota Solo bakal menyambut masa Lebaran yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, masa Lebaran kali ini bersamaan dengan mewabahnya virus Corona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo, Abdullah Suwarno memprediksi okupansi hotel di Kota Solo hanya bisa tercatat di angka 10 persen.

Paceklik Corona, Okupansi Anjlok 5 Persen, Hotel di Solo Menanti Keringanan Tagihan PLN

Hotel dan Restoran di Yogyakarta Rencananya Akan Dibuka Kembali pada Awal Juni

"Okupansi diprediksi bisa10 persen, meningkat tipis, itu sudah Alhamdulillah beruntung," kata Abdullah kepada TribunSolo.com, Jumat (22/5/2020).

"Hotel-hotel besar saja hanya menerima 10 sampai 20 pengunjung padahal kamarnya ada 200," imbuhnya membeberkan.

Angka tersebut berbeda jauh dengan okupansi hotel di tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 70 sampai 100 persen saat masa Lebaran.

"Lebaran biasanya 70 sampai 80 persen, kadang ada juga yang 90 sampai 100 persen dalam satu minggu," ujar dia.

Abdullah berharap protokoler kesehatan tetap diterapkan baik kepada tamu maupun karyawan hotel.

"Betul-betul harus mendorong sadar kesehatan," ucapnya.

Imbas Corona, Hotel di Solo Buka Paket Karantina Mandiri Demi Bertahan, Tapi PHRI Ingatkan Hal Ini

Paceklik Corona, Okupansi Anjlok 5 Persen, Hotel di Solo Menanti Keringanan Tagihan PLN

Meski okupansi hotel masih lesu, para pelaku perhotelan tetap memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawannya.

"Alhamdulillah, khusus untuk THR sudah dipenuhi, walaupun beberapa berdasarkan kesepakatan," tutur Abdullah.

"Tetapi tidak ada yang kurang dari 80 persen, ada yang 100 persen, ada yang kesepakatan dua bulan dipenuhi," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved