Solo KLB Corona

Update Salat Id di Solo Raya, Dibatalkan karena Viral hingga Ada yang Diam-diam Tak Lapor ke Pemkab

Pelaksanaan salat id di berbagai daerah di Solo Raya masih beragam di tengah pandemi Corona.

TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salat Idul Fitri di halaman Balai Kota Solo, Jumat(15/6/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Pelaksanaan salat id di berbagai daerah di Solo Raya masih beragam, ada yang membatalkan kegiatan karena viral di tengah pandemi Corona hingga kucing-kucingan.

Seperti halnya di Karanganyar, Bupati Juliyatmono memutuskan meniadakan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (24/5/2020) yang sempat viral.

Namun di Sukoharjo terungkap masih saja ada masjid yang disinyalir tetap menggelar salat id meski sudah diimbau, sehingga menggelar salat tersebut secara diam-diam tanpa memberikan pemberitahuan.

Termasuk di Solo Kementerian Agama (Kemenag) belum menerima pemberitahuan yang masuk terkait pelaksanaan salat id di lapangan maupun jalanan, termasuk 706 masjid yang berada di Solo.

1. Bupati Batalkan Salat di Alun-alun Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memutuskan meniadakan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (24/5/2020).

Peniadaan tersebut menyusul adanya surat teguran dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah yang ditembuskan kepadanya.

Adapun surat tersebut bernomor B/037/HM.02.01-14/V/2020 tertanggal 22 Mei 2020.

Itu dilayangkan menyusul masih belum meredanya wabah pandemi virus Corona di Indonesia.

"Semalam ada surat dari Ombudsman perwakilan Provinsi Jawa Tengah, surat ini adalah untuk mengevaluasi secara komprehensif atas rencana kebijakan Salat Idul Fitri di alun-alun dan lokasi lainnya di Karanganyar," terang Juliyatmono, Sabtu (23/5/2020).

Halaman
1234
Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved