Breaking News:

Solo KLB Corona

Pengamat Kesehatan Sayangkan Masyarakat Mulai Tak Disiplin : Jika Patuh, Seharusnya Bulan Juni Turun

Pengamat kesehatan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Solo, Prof Reviono merespon penerapan the new normal oleh pemerintah.

(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
ILUSTRASI : Warga tetap berjubel menyerbu Pasar Induk Cikurubuk untuk membeli kebutuhan makanan menjelang bulan Ramadhan meski saat masa pandemi corona, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengamat kesehatan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Solo, Prof Reviono merespon penerapan the new normal oleh pemerintah yang sedianya diterapkan Juni 2020.

Ia menyayangkan penerapan tersebut tidak diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat. 

Apalagi, di Kota Solo, masih ada tambahan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Reviono, jika masyarakat tertib, kasus Covid-19 diprediksi menurun signifikan pada Juni 2020. 

Aktris India Preksha Mehta Meninggal Bunuh Diri, Unggahan Terakhir Disebut Sebagai Isyarat

Ahmad Dhani Ulang Tahun, Mulan Jameela: Lelakiku yang Senantiasa Mengajarkan Arti Syukur

"Di kementerian ada ahli yang memprediksi hal yang sama," ungkap Revi, Rabu (27/5/2020).

"Akan tetapi kalau tidak dipatuhi, akan memperlampat keadaan menuju penurunan," jelasnya. 

Revi berharap masyarakat tetap menerapkan protokoler kesehatan Covid-19 yang dianjurkan. 

Itu supaya membantu kerja tenaga kesehatan dalam menanggulangi wabah virus tersebut. 

Apalagi, Kementerian Kesehatan belum ada kelonggaran dalam kaitannya pandemi Corona

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan semakin disiplin dan bukan malah sebaliknya. 

"Patuhi protokol kesehatan, jangan berkerumun, jangan mudik dan kembali ke zona merah," ujarnya. 

"Ikuti itu sampai diputuskan oleh kementerian untuk pelonggaran," terangnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved