Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Pilkada Solo Diundur Desember 2020, Jumlah TPS Ditambah Jadi 1.800 Titik di Tengah Pandemi Corona

Pilkada serentak sudah diputuskan oleh KPU RI dan DPR pada 9 Desember 2020 mendatang.

TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
ILUSTRASI : Petugas melakukan perhitungan suara di TPS nomor 38 yang digunakan nyobolos keluarga Jokowi di Jalan Kasuari III Nomor 6, Kampung Tirtoyoso RT 04 RW 13 di Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (17/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pilkada serentak sudah diputuskan oleh KPU RI dan DPR pada 9 Desember 2020 mendatang.

Terkait hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo juga bersiap melakukan pembahasan sambil menunggu perubahan dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti menjelaskan, ada dua opsi yang dilontarkan KPU RI yakni 6 Juni dan 15 Juni 2020 untuk memulai tahapan.

"Kemarin disepakati 15 Juni tapi kita tunggu saja nanti aturannya," jelas dia kepada TribunSolo.com, Jumat (29/5/2020).

Pilkada Diundur Desember 2020, PSI Solo Tak Akan Cabut Dukungan Untuk Gibran Putra Jokowi

Reaksi Rudy Terima Surat Resmi Pengunduran Purnomo dari Bakal Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020

Saat ini KPU Solo juga bersiap dengan melakukan rapat koordinasi dengan jajarannya.

Mereka membahas terkait bagaimana pelaksanaan Pilkada 9 Desember nanti agar bisa sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Yang jelas jumlah TPS harus bertambah," jelas Nurul.

Dia menyebut jika jumlah TPS di Solo ada 1.016, maka dengan penerapan dcara protokol Covid-19 sesuai hitungan dibutuhkan 1.800 TPS atau bertambah 784 TPS.

"Ini juga berkaitan dengan anggaran nanti," jelas Nurul.

Menurut Nurul, agar menjaga jarak pemilih nanti tetap sesuai standar Covid-19 satu TPS bisa maksimal 400 pemilih.

Akhirnya Purnomo Saingan Gibran Resmi Mundur Pilkada 2020, Surat Diberikan ke Ketua PDIP Solo Rudy

Bawaslu Solo Tunggu Arahan Pusat Soal Pilkada Pada Desember 2020

"Sebelum masuk ke TPS nanti bisa gunakan protokol kesehatan," papar dia.

"Cuci tangan, ukur suhu tubuh, pakai makser," jelas dia.

Anggaran untuk nanti pelaksanaan juga terus digodok apakah mencukupi untuk pelaksanaan tersebut atau tidak.

"Ini rencana yang kami sedang bahas, sambil nanti menunggu bagaimana PKPU," jelas Nurul. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved