Virus Corona

Jelang New Normal, Seberapa Efektif Masker & Jaga Jarak Cegah Penyebaran Corona?, Ini Penjelasannya

Terkait kebijakan baru ini lantas bagaimana keefektifan penggunaan alat pelindung diri terhadap seorang individu?

IRNA
Ilustrasi penyebaran virus corona 

TRIBUNSOLO.COM - Kebijakan new normal mulai direncanakan di beberapa daerah di Indonesia.

Terkait kebijakan baru ini lantas bagaimana keefektifan penggunaan alat pelindung diri terhadap seorang individu?

Panduan Protokol Kesehatan untuk Menginap di Hotel dan Bagi Pengelola Hotel ketika New Normal

Baru-baru ini terdapat studi yang meneliti efek menjaga jarak, penggunaan masker, dan pelindung mata untuk mencegah penularan virus corona.

Seseorang yang menerapkan jaga jarak dengan orang lain setidaknya satu meter, kemungkinan terjadi penularan infeksi corona sekitar 3 persen.

Studi terbaru yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa social distancing, penggunaan masker, dan pelindung mata dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Tinjauan tersebut menemukan, menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang lain bisa mengurangi risiko terpapar virus hingga 82 persen, dan menjaga jarak sampai dua meter akan lebih efektif mencegah penularan.

Selain itu, mengenakan masker dan pelindung mata seperti kacamata juga dapat mencegah penularan Covid-19.

Namun penulis mencatat bahwa temuan terkait masker dan pelindung mata hanya berdasar bukti yang terbatas.

"Meski menjaga jarak, menggunakan masker dan pelindung mata bisa memproteksi diri, tidak ada yang membuat seseorang benar-benar kebal dari infeksi Covid-19," kata pemimpin penulis penelitian Dr. Derek Chu, seorang ilmuwan klinis dari Universitas McMaster di Ontario mengingatkan.

"Oleh sebab itu, langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun juga penting mengurangi penyebaran Covid-19 dan mencegah gelombang kedua," imbuhnya dilansir Live Science, Rabu (3/6/2020).

Update Corona Klaten 3 Juni 2020 : 3 Hari Berturut-Turut Kasus Terus Bertambah, Kini 1 ABK Positif

Dalam ulasan terbaru yang terbit di jurnal The Lancet, Senin (1/6/2020), Chu dan timnya memeriksa studi tentang Covid-19, SARS, dan MERS.

Secara keseluruhan, para peneliti menganalisis informasi dari 44 studi yang melibatkan 25.000 orang di 16 negara.

Tujuh dari 44 studi terkait Covid-19, 26 studi terkait SARS, dan 11 studi terkait MERS.

Sementara jika orang melakukan social distancing kurang dari 1 meter, risiko penularan menjadi 13 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved