Breaking News:

Solo KLB Corona

Solo Bakal Gelap, Pemkot Tidak Bisa Bayar Tagihan Listrik 8,6 Miliar Akibat Uang Habis untuk Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku tidak bisa membayar tagihan listrik kantor dan fasilitas publik.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Sejumlah pengendara melintas di Jalan Slamet Riyadi Solo yang diterangi gemerlap lampu saat pemberlakuan KLB genap 1 bulan, Senin (13/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku tidak bisa membayar tagihan listrik kantor dan fasilitas publik.

Itu lantaran anggaran Pemkot telah tersedot untuk penanganan Covid-19 di Kota Solo.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan Pemkot telah mengajukan surat penangguhan pembayaran untuk kurang lebih tujuh bulan terhitung per Juni 2020.

"Bayar listrik kita utang, saya sudah kirim surat penangguhan pembayaran untuk listrik, telepon, dan air PDAM," kata Rudy, Jumat (5/6/2020).

Bandel Ajak Anak-anak Main ke Mall? Siap Kena Sanksi, Wali Kota Solo : Supaya Tak Jadi Korban Corona

Cerita Balon Udara Raksasa Berasap Nyangkut di SPBU kalijambe Sragen, Ada Tulisan Balon Cah Solo

"Mau bayar pakai apa? Uang kita sudah habis untuk penanganan Covid-19 di Kota Solo," terangnya.

Rudy mengungkapkan tagihan listrik untuk penerangan jalan umum (PJU) kurang lebih senilai Rp 5 miliar per tahun.

Sementara itu, tagihan kompleks Balai Kota, Rumah Dinas Loji Gandrung, Rumah Dinas Wakil Wali Kota, dan Gedung PKK sekitar Rp 3,6 miliar.

“Kami masih ada dana untuk membayar sampai bulan Juni, kalau yang Juli dan seterusnya, tidak bisa," ungkap Rudy.

Surat penangguhan pembayaran tagihan listrik telah dilayangkan dan direspon PLN.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved