Breaking News:

Solo KLB Corona

Solo Bakal Gelap, Pemkot Tidak Bisa Bayar Tagihan Listrik 8,6 Miliar Akibat Uang Habis untuk Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku tidak bisa membayar tagihan listrik kantor dan fasilitas publik.

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Sejumlah pengendara melintas di Jalan Slamet Riyadi Solo yang diterangi gemerlap lampu saat pemberlakuan KLB genap 1 bulan, Senin (13/4/2020). 

"Memang sudah dijawab, PLN tidak bisa, tapi kami memohon untuk bisa dibayar di APBD Perubahan," ujar Rudy.

"Itupun kami tidak tahu ada tidak anggarannya, kami berusaha agar bisa ditangguhkan, tidak diputus meski telat membayar,” jelasnya.

Terpisah, Manajer PLN UP3 Solo, Ari Prasetyo Nugroho tidak menampik pihaknya tidak bisa mengabulkan permohonan penangguhan pembayarab tagihan listrik.

Duda asal Sukoharjo yang Menipu Janda Asal Solo Hingga Rp 96 Juta Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Sambut New Normal, Pengelola Hotel Solo Berharap Bisnis Kembali Bergeliat

"Kami di PLN Solo ini kan operasional, pelaksanaan kerja kami mengikuti PLN pusat," kata Ari.

"Yang memberikan stimulus kan pemerintah bukan PLN, saat ini itu tidak ada, jadi tidak bisa, tidak ada stimulus itu," tambahnya.

Ari menuturkan pihaknya juga telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan Rudy.

"Pak Rudy kemarin mengajukan ke saya, sudah saya jelaskan, dan sudah paham beliau," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved