Breaking News:

Pemerintah Tambah Lagi Utang Baru Rp 35,58 Triliun, Tenor Sampai 30 Tahun

Setelah banyak mengurangi utang luar negeri, Pemerintah Indonesia gencar menambah utang lagi.

Thinkstock.com
Ilustrasi dollar AS 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Setelah banyak mengurangi utang luar negeri, Pemerintah Indonesia gencar menambah utang lagi.

 Terbaru, pemerintah menambah utang di luar negeri sebesar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,58 triliun dengan kurs rupiah 14.234 per dollar Amerika Serikat pada data JISDOR Bank Indonesia Kamis 18 Juni 2020.

Utang pemerintah Indonesia ini memiliki tenor atau jatuh tempo yang panjang, sehingga setoran pajak dari anak cucu kita yang berkewajiban melunasinya.

Diduga Dendam Karena Masalah Utang, Seorang Kakek Dibacok Berkali-kali hingga Nyaris Tewas

Meski Utang Listrik dan BPJS, Pemkot Solo Pastikan Anggaran Pilkada Solo Tak Disunat

Utang Pemerintah Indonesia ini berupa sukuk global di pasar internasional dengan denominasi US Dollar dalam format - 144A/Reg S Trust Certificate sebesar US$ 2,5 miliar.

Sukuk ini diterbitkan dalam tenor 5 tahun sebesar US$ 750 juta, 10 tahun sebesar US$ 1 miliar, dan tenor 30 tahun sebesar US$ 750 juta dengan akad Wakalah.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan, utang pemerintah Indonesia berupa sukuk global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, dan akan dicatatkan dalam Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Untuk setelmennya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2020 mendatang.

Untuk imbal hasil (yield) yang ditawarkan adalah sebesar 2,30% untuk tenor 5 tahun, 2,80% untuk tenor 10 tahun, dan 3,80% untuk tenor 30 tahun.

Setiap serinya juga telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

"Di tengah kondisi pasar yang masih sangat volatile, penerbitan sukuk global kali ini mendapatkan respons yang sangat baik dari para investor global dan lokal."

"Bahkan menghasilkan orderbook sebesar US$ 16.66 miliar atau sebesar hampir 6,7 kali di atas target Pemerintah, yaitu senilai US$ 2.5 miliar," tulis DJPPR dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2020).

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved