Solo KLB Corona

Hari Pertama Pembukaan Taman Satwa Taru Jurug Solo Tanpa Kehadiran Anak-anak, Ini Alasannya

Meski sudah dibuka, pengunjung di TSTJ Solo itu masih dibatasi, terlebih dengan adanya keputusan Peraturan Walikota (Perwali) yang melarang anak-anak

TribunSolo.com/Istimewa
Pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki TSTJ di Kecamatan Jebres, Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM,SOLO - Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sudah mulai beroperasi kembali setelah libur selama tiga bulan, Jumat (19/6/2020).

Meski sudah dibuka, pengunjung di TSTJ Solo itu masih dibatasi, terlebih dengan adanya keputusan Peraturan Walikota (Perwali) yang melarang anak-anak dibawah usia 18 tahun maupun ibu hamil menjadi sebab ketidakhadiran.

Padahal, selama ini TSTJ selalu identik dengan safari anak kecil yang ingin berinteraksi langsung dengan para satwa di kebun binatang.

Kabar Gembira, Anak-anak dan Ibu Hamil Bisa Liburan ke Jurug Lagi, Begini Penjelasan Wali Kota Solo

Wali Kota Solo Beri Nama Dovir Olan, Begini Arti Unta yang Lahir Saat Pandemi Corona di Bonbin Jurug

Direktur Perusahaan Daerah (PD) TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengaku legawa dengan keadaan tersebut.

Ia menganggap jika keadaan pelarangan tersebut tak akan selamanya berlaku, jika keadaan kurva corona di Kota Solo tak ada penambahan selama 2 minggu.

"Perwali kita ikuti saja, karena seperti yang dikatakan oleh Pak Wali sendiri akan ada evaluasi lagi." katanya.

"Jika tidak ada penambahan selama 14 hari, pengunjung dari usia 18 tahun kebawah akan diperbolehkan berkunjung kembali," imbuh dia.

Dia mengaku, dengan keputusan tersebut, untuk prosedur penegakan lebih mudah dan tersosialisasi kembali.

KPU Solo Akan Lakukan Verfak Calon Perseorangan, Petugas Bakal Dibekali APD Lengkap

Guru Spiritual Jokowi Ungkap Pertemuan Terakhirnya dengan Gibran

Bimo pun memgambil sisi positif dari Perwali tersebut, salah satunya memberi waktu yang lebih bagi pihak TSTJ untuk mensosialisasikan urusan protokol kesehatan.

Selain itu, pihaknya tak terbebani dengan target harian pengunjung selama pandemi masih berlangsung.

"Dengan angka pembatasan pengunjung kita tidak ambisus untuk mencari pengunjung sebanyak banyaknya," paparnya.

Dia menambahkan, jika Paket Edukasi di TSTJ akan ikut berubah dengan keadaan pandemi.

Tanggapi Cuitan Warganet soal Pajak Mati, Ganjar Pranowo: Sudah Dimakamkan? Nderek Belo Sungkowo

Paket edukasi sendiri, merupakan paket kunjungan anak anak yang didampingi para pengajar untuk berwisata dengan para satwa.

"Kita akan memodifikasi paket edukasi, jika biasanya yang diisi 25 anak, kedapan kita kurangi menjadi 15 anak," pungkasnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved