Virus Corona

Viral Dexamethasone Diklaim Efektif Lawan Corona, Gugus Tugas: Ini Bukan Obat Cegah Covid-19

Berkat uji coba yang dilakukan Universitas Oxford, Dexamethasone dinilai efektif menyembuhkan pasien Covid-19.

JUSTIN TALLIS / AFP
Seorang apoteker memegang sekotak tablet Dexamethasone di sebuah toko kimia di London pada 16 Juni 2020 

TRIBUNSOLO.COM - Obat anti inflamasi atau peradangan, dexamethasone (deksametason), mendadak ramai diperbincangkan di masyarakat sebagai terobosan obat virus corona (Covid-19).

Berkat uji coba yang dilakukan Universitas Oxford, Dexamethasone dinilai efektif menyembuhkan pasien Covid-19.

Update Corona Indonesia 19 Juni 2020: Bertambah 1.041 Pasien, Kini Total 43.803 Kasus Positif

Hasilnya menunjukkan obat tersebut sukses mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah.

Lantas bagaimana dexamethasone menurut Ikatan Dokter Indonesia?

Dikutip dari tayangan youtube Kompas TV, Ketua Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia untuk Covid-19 Zubairi Djoerban membenarkan pemberian obat Dexamethasone mampu menyelamatkan pasien corona dari kematian.

Tapi tidak semua pasien bisa diberikan obat ini.

"Bahwa dexamethasone ternyata berhasil mengurangi angka kematian cukup besar pada pasien covid-19 yang berat, artinya pada pasien yang memerlukan oksigen atau yang sedang menggunakan ventilator, sedangkan untuk pasien sakit ringan dan OTG tidak ada gunannya jadi tidak bisa dikonsumsi oleh pasien corona yang ringan" ujarnya.

Sementara itu WHO pun angkat bicara soal obat ini dan menyarankan untuk mengonsumsinya harus menggunakan resep dokter.

"Dexamethasone telah terbukti memiliki efek positif pada pasien yang sakit parah dengan covid-19, menurut temuan awal bersama WHO, untuk pasien dengan oksigen saja pengobatan terbukti mengurangi angka kematian seperlima" ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sementara itu menurut WHO untuk pasien yang menggunakan vetilator diklaim mengurangi kematian sepertiganya.

Buntut 1 Orang yang Meninggal Positif Corona & Sekampung Dikarantina, Begini Pengakuan DKK Sukoharjo

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menegaskan dexamethasone bukan obat untuk mencegah virus corona.

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved