Virus Corona

WHO Hentikan Uji Coba Hidroksiklorokuin untuk Pasien Covid-19 karena Tak Menunjukkan Manfaat

Kebijakan ini dikeluarkan WHO setelah melihat data baru dan penelitian tidak menunjukkan manfaat.

GERARD JULIEN / AFP
Staf medis menunjukkan paket Nivaquine, tablet yang mengandung klorokuin dan Plaqueril, tablet yang mengandung hydroxychloroquine di IHU Mediterranee Infection Institute Marseille pada 26 Februari 2020. 

TRIBUNSOLO.COM - World Health Organization (WHO) mengatakan, pengujian obat malaria hidroksiklorokuin dalam uji coba multi-negara untuk pasien Covid-19 telah ditangguhkan.

Kebijakan ini dikeluarkan WHO setelah melihat data baru dan penelitian tidak menunjukkan manfaat.

Dikutip Tribunnews dari France24, pakar WHO, Ana Maria Henao-Restrepo, angkat bicara.

Wisata Tawangmangu Dibuka, Ini Cara Bupati Juliyatmono Viralkan Warung yang Tak Pakai Protap Corona

Begini Pengamanan Pilkada 2020 di Kampung Halaman Presiden Jokowi di Tengah Pandemi Corona

Ana mengatakan, para peneliti yang memimpin uji coba Solidarity Trial, telah meninjau data terbaru dan memutuskan untuk berhenti merekrut pasien baru.

"Setelah musyawarah, mereka menyimpulkan, (uji coba) hidroksiklorokuin akan dihentikan dari Solidarity Trial," ungkap Ana saat briefing media.

ILUSTRASI - Sebotol dan pil Hydroxychloroquine di meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei bahwa dia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap COVID-19.
ILUSTRASI - Sebotol dan pil Hydroxychloroquine di meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei bahwa dia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap COVID-19. (GEORGE FREY / AFP)

Dalam pernyataan yang dikeluarkan WHO, Rabu (17/6/2020), menyebutkan keputusan tersebut berdasarkan pada Uji Solidaritas sendiri.

Serta, dari uji coba yang dipimpin Inggris, pihak yang menemukan obat itu tidak membantu pengobatan Covid-19.

Selain itu, keputusan untuk menghentikan uji coba juga dilakukan setelah mengamati peninjauan bukti lain tentang hidroksiklorokuin.

Lebih lanjut, data dari studi tersebut, "Menunjukkan hidroksiklorokuin tidak menghasilkan pengurangan mortalitas pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit."

Peneliti: Tak akan Menambah Lagi Pasien

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved