Breaking News:

Fenomena Gerhana Matahari Cincin

Jika Saksikan Gerhana Matahari Cincin di Sragen Berkerumun, Polisi Pun Tak Segan Membubarkannya

Polres Sragen meminta kepada masyarakat untuk tidak berkerumun saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin.

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
ILUSTRASI : Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar melakukan persiapan untuk pengamatan langsung gerhana matahari di Menara Balai Kota Makassar Jl Ahmad Yani, Makassar, Selasa (8/3/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Polres Sragen meminta kepada masyarakat untuk tidak berkerumun saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin.

Plt Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan, meski ada fenomena alam langka, masyarakat diimbau untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Mengingat kini masih terjadi pandemi Corona meskipun menjelang penerapan new normal.

"Meski sudah ada pelonggaran, tapi kita minta tidak berkerumun jika melihatnya," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/6/2020).

Harno meminta masyarakat yang keluar rumah tetap mengenakan masker, dan menerapkan physical distancing.

Astronom Ungkap, Gerhana Matahari Cincin Tampak Jelas di Solo Raya pada Tahun 1900, Ini Ceritanya

Ingin Menikmati Fenomena Langka Gerhana Matahari Cincin di Sragen? Ini Caranya Agar Tak Merusak Mata

"Jika nanti ada masyarakat yang berkerumun, petugas pasti akan mendatangi untuk membubarkan," jelasnya.

Dia menyarankan, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana matahari cincin, bisa dilakukan di rumah masing-masing.

"Karena saat ini status di Kabupaten Sragen masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) Corona," terang dia.

Muncul 370 Tahun Sekali di Sragen

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved