Breaking News:

Solo KLB Corona

Perusahaan Bus Ini Tawarkan Pariwisata Ngopi Berjalan Keliling Solo, Penumpang Terbatas 28 Orang

"Ini adalah inovasi rekan-rekan Mata Trans dan Rocketz, kita bentuk bus ngopi atau Trans Buck," jelas Kusamdi, Sabtu (20/6/2020).

TribunSolo.com/Adi Surya
Penumpang menikmati suguhan kopi dan snack yang disajikan dalam Trans Buck, Sabtu (20/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Penyedia layanan transportasi wisata Mata Trans berinovasi dengan meluncurkan produk Trans Buck.

Inovasi tersebut ingin menghadirkan nuansa minum kopi dengan tur keliling Kota Solo menggunakan bus.

Penanggung Jawab Mata Trans Solo-Yogyakarta, Kusamdi menyampaikan Trans Buck tercetus lantaran ingin membuat pariwisata di Kota Solo lebih bergairah.

Antisipasi Corona Saat Perjalanan Kereta Api, Penumpang Kereta Jarak Jauh Dapat Face Shield Gratis

New Normal, Stasiun Solo Balapan Masih Sepi: Tak Ada Antrean, Kursi Tunggu Kosong

"Ini adalah inovasi rekan-rekan Mata Trans dan Rocketz, kita bentuk bus ngopi atau Trans Buck," jelas Kusamdi, Sabtu (20/6/2020).

Trans Buck, lanjut Kusamdi, ingin mengajak masyarakat untuk mengulik ide maupun inovasi dengan minum kopi sambil menikmati nuansa Kota Solo.

"Orang apabila ngopi mulai dari sore sampai malam, ngopi menimbulkan pemikiran jernih, menimbulkan suatu inovasi atau gagasan yang cemerlang," kata Kusamdi.

"Dan kita ajak pariwisata melihat nuansa Solo di sore dan malam hari dengan kita menikmati kopi," tambahnya.

Kusamdi menjelaskan, pihaknya menyiapkan dua rute yang bisa dipilih para penumpang dengan garasi Mata Trans menjadi titik berangkat.

Satu diantaranya, garasi Mata Tranz menuju ke Fly Over Manahan lalu Jalan Slamet Riyadi kemudian menuju Keraton Surakarta.

Setelahnya, penumpang diajak menikmati suasana Pasar Klewer lalu menuju daerah Baron lalu Gendengan dan Fly Over Manahan sebelum akhirnya kembali ke garasi Mata Trans.

"Untuk snack yang akan disajikan selama keliling Kota Solo bisa dipesan sebelum berangkat di reservasi yang telah disiapkan di garasi Mata Tranz," jelas dia.

"Sementara jenis kopi yang disajikan, saya kira sama, tergantung baristanya, apakah kopinya jenisnya Aceh, Sulawesi, Jawa, Banyuwangi, atau Bali, itu tergantung barista," tambahnya.

Reaktif Rapid Test, Pendatang di Klaten Sempat Tolak Karantina di Rumah Isolasi Desa

Soal jadwal keberangkatan, Trans Buck rencananya akan melayani 4 kali perjalanan, yakni pukul 16.45 WIB, 18.30 WIB, 19.45 WIB, dan 21.00 WIB.

"Harga untuk umum Rp 50 ribu, itu sudah termasuk kopi per orang dan snack," kata Kusamdi.

Sementara itu, jumlah penumpang saat ini masih dibatasi lantaran masih mewabahnya virus Corona.

Penumpang tetap dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun dan tangannya disemprot hand sanitizer sebelum akhirnya naik ke bus.

"Kita buat sesuai protokoler kesehatan, kuotanya 50 persen dari kapasitas, bus ini muatannya bisa 50 orang tapi saat ini kita hanya melayani 28 penumpang saja," terang Kusamdi. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved