Liga Indonesia Dilanjutkan, PT LIB Angkat Komentar Saat Disinggung Biaya Tes PCR

Jika Liga 1 dan Liga 2 sedia dilanjutkan, salah satu prasyarat wajib adalah Tes Polymerase Chain Reaction (PCR), tentu hal tersebut memberi beban.

Editor: Ilham Oktafian
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Pemain PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili berebut bola dengan pemain PSM Makasar, Abdul Rahman saat lanjutan kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (23/8/2019). PSS Sleman berhasil menumbangkan PSM Makasar dengan skor 3-2. 

TRIBUNSOLO.COM - Jika Liga 1 dan Liga 2 sedia dilanjutkan, salah satu prasyarat wajib adalah Tes Polymerase Chain Reaction (PCR), tentu hal tersebut memberi beban keuangan tersendiri. 

Untuk itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih merumuskan soal pembiayaan.

PSSI telah resmi memutuskan Liga 1 bakal dilanjutkan.

Update Corona Solo 21 Juni 2020 : Pasien Asal Jajar Positif, Jalani Isolasi Mandiri

Akan tetapi hingga saat ini untuk regulasi pertandingan belum juga disampaikan ke klub.

Hal itu karena PT LIB dan PSSI ingin mematangkan persiapan kompetisi lanjutan Liga 1 dengan sangat baik.

Berbagai regulasi tengah digodok agar bisa diterapkan untuk klub-klub Liga 1  dan Liga 2, serta saat pertandingan sedang berlangsung.

Dari regulasi penonton, latihan, hingga pemain saat ini menjadi pembahasan utama PSSI dan PT LIB.

Barang Bukti Penyerangan Wakapolres Karanganyar : Ada Celurit dan Buku Tulisan Tangan Berbahasa Arab

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, mengatakan tak lupa mengenai protokol kesehatan yang saat ini menjadi fokus utama kelanjutan kompetisi Liga 1.

Bagaimana tidak? untuk menggelar kompetisi di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini memang harus banyak hal-hal teknis yang menjadi perhatian.

Dari stadion yang bakal digunakan sebagai home base, tempat latihan hingga para pemain harus melakukan PCR (Polymerase Chaine Reaction) swab atau rapid sebelum berkumpul dengan tim.

Akhir Cerita Pelaku Penyerang Wakapolres Karanganyar, Meregang Nyawa Usai Ditembak Beberapa Kali

Tak hanya itu, bahkan belum lama ini Gugus Tugas Covid-19 juga mengungkapkan, apabila kompetisi kembali dilanjutkan, mereka meminta agar dilakukan PCR swab.

Swab test juga dilakukan setiap saat akan bertanding bukan hanya sekedar rapid test, hal itu agar akurat.

“Untuk itu kan sesuai dengan protokol kesehatan harus dijalankan ya. Dan itu ada regulasinya mau PCR swab ataupun rapid test bakalan ada diregulasinya,” kata Sudjarno kepada BolaSport.com.

Bahkan untuk menerapkan hal itu, Sudjarno menegaskan ada tim yang diberi tanggung jawab tersendiri untuk masalah protokol kesehatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved