Breaking News:

Menengok Mahalnya Anggaran Tim Balap MotoGP, Jika Insiden Bisa Keluarkan Rp 95 Miliar

Bicara soal bujet, tim pabrikan di MotoGP jelas memiliki pengeluaran paling banyak dibandingkan tim satelit atau independen.

Visordown
Ilustrasi pembalap MotoGP 2020 

"Kemudian 50 juta euro (Rp795 miliar) untuk Ducati dan Yamaha, 30 juta euro (Rp477 miliar) untuk Suzuki dan KTM, 20 juta euro (Rp318 miliar) untuk Aprilia."

"Angka-angka ini baru indikasi," ucap mantan manajer tim balap Aprilia tersebut menambahkan.

Banyak Pengendara Ngobrol saat Tunggu Lampu Merah, Dishub Sukoharjo Buat Jarak Mirip Lintasan MotoGP

Lantas, bagaimana dengan tim independen di MotoGP?

Menurut The-Race, anggaran tim swasta di kelas premier berada di kisaran 10-15 juta euro (150-230 miliar rupiah) per musim.

Penyediaan si kuda besi menjadi penyumbang terbesar dalam pembengkakan anggaran tim.

Dikutip dari Motomatters, sejak 2017 MSMA (Asosiasi Pabrikan Motor Balap) setuju untuk memasok motor ke tim satelit dengan biaya maksimal 2,2 juta euro (Rp35 miliar).

Biaya tersebut mencangkup dua paket motor untuk setiap pembalap serta pembaruan perangkat yang bisa didapat ketika musim sedang berjalan.

Tim konsumer juga harus menyiapkan anggaran untuk biaya suku cadang dan perbaikan motor apabila pembalap mengalami insiden dalan sebuah sesi.

Anggaran untuk suku cadang berada di kisaran 6 juta euro (Rp95 miliar).

Soal perbaikan, jika beruntung, tim tak perlu mengeluarkan lebih dari 1 juta euro (Rp14 miliar).

Halaman
123
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved