Breaking News:

Menengok Mahalnya Anggaran Tim Balap MotoGP, Jika Insiden Bisa Keluarkan Rp 95 Miliar

Bicara soal bujet, tim pabrikan di MotoGP jelas memiliki pengeluaran paling banyak dibandingkan tim satelit atau independen.

Visordown
Ilustrasi pembalap MotoGP 2020 

"Jika pembalap tak membuat masalah besar, kami harus menyediakan bujet 600 ribu sampai 1 juta dolar setahun," tutur bos LCR Honda, Lucio Cecchinello, kepada GPOne.

Adapun pengeluaran untuk akomodasi, gaji personel, hospitalitas, hingga perawatan inventaris bisa mencapai 3 juta euro (Rp42 miliar).

Berbeda dengan Tuban, Jaga Jarak Ala MotoGP di Lampu Merah Belum Bisa Diterapkan di Solo

Beralih ke bagian yang paling tabu, gaji pembalap di MotoGP juga menjadi salah satu pengeluaran terbesar tim balap sebelum terjun dalam kompetisi.

Pembalap jawara seperti Marc Marquez diyakini memperoleh bayaran mencapai 20 juta euro (Rp318 miliar) atau melebihi bujet tim independen selama setahun!

Sementara para pembalap yang hanya ditargetkan finis di posisi 10 besar, syukur-syukur podium, menerima bayaran mulai dari 250 ribu euro sampai 1,5 juta euro.

Beberapa tim satelit diuntungkan karena pabrikan 'menitipkan' pembalap mereka sehingga pengeluaran untuk gaji pembalap bisa dipangkas atau bahkan tidak ada.

Tim tentu saja tidak akan menanggung seluruh biaya sendirian.

Pengeluaran mereka turut dibantu sponsor serta dana subsidi dari Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP.

Dorna memberikan bantuan sebesar 2 juta euro (Rp31 miliar) untuk setiap pembalap kepada para tim independen.

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul Membedah Anggaran Tim Balap MotoGP, Minimal Rp150 Miliar

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved