Solo KLB Corona

3 Bulan Dirawat Belum Terbebas Covid, Dinkes Sukoharjo Usulkan Terapi Plasma Darah Pada Pasien Ini

Seorang pasien asal Kecamatan Grogol Sukoharjo menjadi pasien terlama yang terkonfirmasi positif virus corona.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Caption: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, saat konferensi pers, Senin (22/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang pasien asal Kecamatan Grogol Sukoharjo menjadi pasien terlama yang terkonfirmasi positif virus corona.

Pasien berjenis kelamin perempuan ini terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 23 Maret lalu, dan hingga saat ini masih dinyatakan positif virus corona.

Ramalkan Pilkada Sukoharjo Hanya Dua Poros, Politisi Golkar Ungkapkan Alasannya

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, pasien tersebut termasuk golongan kasus awal yang terjadi Kabupaten Sukoharjo.

"Saat ini kondisinya sehat, yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumahnya," katanya saat konferensi pers, Senin (22/6/2020).

Yunia belum bisa memastikan penyebab kesembuhan pasien tersebut sangat lama.

Belum Tentukan Calon, Golkar Sukoharjo Masih Tunggu Keputusan dari PDI Perjuangan

"Bisa jadi kondisinya tubuhnya ada komorbit sehingga virusnya awet, tapi kondisi tubuhnya kondisi baik." ucap dia.

"Faktor Psikologis juga bisa memengaruhi, serta kedisiplinan meminum obat," imbuhnya.

Untuk membantu kesembuhan pasien tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo akan melakukan plasma darah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, metode terapi plasma darah atau convalescent plasma dilakukan dengan cara mengambil cairan darah penderita Covid-19 yang sudah sembuh.

Pilkada 2020, Golkar Sukoharjo Ngaku Mantap Koalisi dengan PDI Perjuangan

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Prof Dr Reviono mengatakan cairan darah dari pasien sembuh Covid-19 akan di transfusikan kepada pasien yang masih dalam perawatan.

Tujuan dari metode tersebut ialah mengambil antibodi dari pasien penderita yang sudah terbebas dari Covid-19.

"Diharapkan antibodi pasien yang sudah sembuh mampu mematikan virus corona," paparnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved