Buntut Aduan Kecurangan PPDB Online di Jateng, Kepala Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

"Ketika mengisi data, harus sesuai kenyataan, Kalau tidak, meskipun calon siswa diterima dan dicek datanya salah, maka langsung kami coret lho,"

Editor: Ilham Oktafian
TRIBUN JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan masker saat melakukan sidak di ruang isolasi RS Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020), terkait kesiapan mengantisipasi situasi terburuk menghadapi virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri meminta kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri di Jawa Tengah UNTUK memperketat pengawasan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 yang digelar via online tersebut.

Mereka diminta melakukan validasi dan verifikasi data seluruh calon siswa untuk menghindari adanya kecurangan.

Sampai saat ini pihaknya sudah menerima banyak laporan dan aduan tentang adanya ketidakjujuran pengisian data dalam aplikasi PPDB.

Baik nilai rapor, surat keterangan domisili, kartu keluarga dan sertifikat kejuaraan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

"Menindaklanjuti aduan itu, saya memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah ketat dalam melakukan validasi dan verifikasi data yang masuk, proses validasi dan verifikasi data itu, akan kami laksanakan mulai hari ini, Senin (22/6/2020) hingga Kamis (24/6/2020) nanti," kata Jumeri dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2020).

Jumeri berpesan kepada orangtua dan calon siswa yang merasa memalsukan data, diminta untuk segera membatalkan pendaftarannya, memperbaiki kembali sesuai data yang ada untuk kemudian mendaftar kembali.

Akhir Perjalanan Pengemudi Tabrak Lari di Pom Bensin Baron Solo :Ditangkap Seusai Kabur ke Perumahan

Pengemudi Mobil Seruduk SPBU Baron Solo : 3 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

BREAKING NEWS: Mobil Seruduk SPBU Baron Solo, Pelaku Melarikan Diri

Mereka yang melakukan perbaikan itu tidak akan dikenai sanksi apapun.

Namun, apabila setelah pengumuman penerimaan dilakukan dan diketahui ada pelanggaran atau laporan masyarakat mengenai indikasi pelanggaran dan bisa dibuktikan, maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan.

"Kepada masyarakat luas, kami mengharapkan bantuannya untuk mengawasi dan melaporkan apabila ada indikasi kecurangan.

Bantuan masyarakat itu kami harap dapat mewujudkan proses PPDB Jateng yang berintegritas," katanya.

Integritas memang sangat ditekankan dalam proses penerimaan PPDB tahun ini.

Sebab dengan mekanisme online dan beberapa persyaratan yang khusus karena wabah Covid-19, ada potensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkali-kali mengingatkan orangtua dan calon siswa untuk jujur dalam pengisian data PPDB.

Menurutnya, integritas harus menjadi pondasi dalam proses PPDB tahun ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved