Info Kesehatan

Diklaim Sebagai Penyebab Obesitas, Apakah Kita Harus Menghindari Konsumsi Lemak?

American Heart Association juga merekomendasikan kita untuk mengonsumsi sekitar lima hingga enam persen kalori dari lemak jenuh setuap harinya.

(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM -  Lemak selalu diklaim sebagai penyebab obesitas dan berbagai penyakit kronis.

Itu sebabnya, banyak pola diet yang mewajibkan kita agar menjauhi lemak, khususnya lemak jenuh, sebagai asupan harian.

Lantas, apakah kita harus menghindari asupan lemak?

Menurut ahli diet cari Cleveland Clinic, Katherine Patton, lemak jenuh memang bisa memicu penyumbatan arteri dan penyakit jantung.

Banyak riset menunjukan konsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang memicu penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan merekomendasikan kita untuk lebih banyak mengonsumsi protein nabati, buah dan sayur.

Selain itu, banyak makanan kemasan yang diproduksi dengan rendah lemak. Namun, makanan tersebut umumnya masih mengandung banyak gula dan karbohidrat olahan untuk meningkatkan cita rasa.

Virus Corona Kembali Muncul di Korea Selatan, Ada Potensi Gelombang Besar Berikutnya

Soal New Normal di Jateng, Ganjar Pranowo: Jangan Tergesa-gesa Mendingan Siapkan Norma-normanya Dulu

Padahal, konsumsi gula dan karbohidrat olahan yang tinggi juga bisa menyebabkan obesitas, diabetes, resistensi insulin dan penyakit jantung.

Tubuh menyimpan gula sebagai lemak yang mempersulit metabolisme tubuh. Hal ini bisa memicu risiko obesitas dan berbagai penyakit kronis.

"Gula dan karbohidrat olahan justru banyak membuat orang mengalami obesitas, terutama di usia kanak-kanak," ucap Patton.

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved