Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Idul Adha 2020, Dipertan Sukoharjo Pantau Hewan Kurban, Distribusi Keluar Kota Pakai Surat Kesehatan

Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo mulai memantau sejumlah hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 2020.

TribunSolo.com/Reza
ILUSTRASI : Sapi yang ada di peternakan Pak Kutut Kelurahan Papahan, Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo mulai memantau sejumlah hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 2020.

Pemantauan dilakukan kepada sejumlah peternak dan pengepul sapi di Kabupaten Sukoharjo.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Sukoharjo, Yuli Dwi Irianto mengatakan pemantauan dilakukan dengan melihat kondisi sapi yang disiapkan untuk Idul Adha 2020.

"Sejak Senin kemarin kita sudah melakukan pemantauan dan pemberian obat cacing terhadap sapi hewan kurban," katanya, Selasa (23/6/2020).

Daftar Harga HP iPhone 23 Juni 2020, Mulai dari iPhone 7 hingga iPhone 11 Pro Max

Harga HP Redmi Note 9 Pro Terbaru Juni 2020, Dijual Mulai Rp 3,3 Jutaan dan Ini Spesifikasinya

Pemantauan dan pemeriksaan ini akan terus dilakukan hingga pelaksanaan hari raya Idul Adha 2020 yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

"Kita sisir para peternak, pengepul, dan pedagang dari data yang kita punya." ucapnya.

"Agar hewan kurban yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo dalam kondisi sehat dan tidak ada cacing," jelasnya.

Dia mengatakan, pemeriksaan akan lebih intensif lagi saat mendekati hari raya Idul Adha 2020, dengan pengecekan ke seluruh pedagang hewan kurban.

"Pas hari H, kita akan lakukan sidak untuk memastikan kondisi hewan ternak sebelum dan sesudah disembelih dalam kondisi layak konsumsi," terangnya.

Sementara, untuk distribusi sapi keluar kota atau luar provinsi, Yuli mengatakan pengirimannya harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan Dispertan Sukoharjo.

"Untuk hewan yang mau dikirim ke luar provinsi, kita akan cek kesehatannya, dan kalau layak kita buatkan SKKH," kata dia.

"Tapi kalau lalu lintas penjualannya masih di wilayah Solo Raya, tidak perlu," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved