Berita Jateng Terbaru

Dinkes Jateng Sebut TBC Lebih Mematikan dari Covid-19, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyebut penyakit Tuberculosis (TBC) lebih mematikan dari virus Corona (Covid-19).

kompas.com
Ilustrasi TBC 

TRIBUNSOLO.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyebut penyakit Tuberculosis (TBC) lebih mematikan dari virus Corona (Covid-19).

Atas hal itu, masyarakat diminta tidak terlalu panik menghadapi penerapan new normal ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan dari tingkat risiko orang tertular TBC kematian di angka 60 persen.

Sedangkan untuk virus Corona hanya berkisar 3-5 persen saja.

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Face Shield yang Biasa Dipakai untuk Cegah Virus Corona

6.000 Paket Sembako Disebar Untuk Kalangan Lansia yang Terdampak Pandemi Corona di Berbagai Daerah

"Tapi memang negara-negara berkembang ini kasusnya cenderung tinggi Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India. Faktor lain karena jumlah penduduknya sangat tinggi," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Pendowo Pakuwon Setda Salatiga, Jumat (26/6/2020)

Menurut Yulianto, akibat menderita penyakit TBC jumlah orang meninggal juga lebih banyak.

Selain TBC, HIV/AIDS penderitanya juga tinggi hanya saja penderita itu harus terus dicari dan baru kemudian diobati.

Ia menambahkan, angka kematian dari TBC di Indonesia terjadi sekitar 67.000 kasus per tahun.

Sementara, pada tahun 2018 diperkirakan 845.000 penduduk Indonesia jatuh sakit karena TBC.

"Sehingga masalah TBC ini juga menjadi persoalan endemis kita yang musti diselesaikan tidak hanya virus Corona." Jelasnya.

"Maka adanya gerakan Jogo Tonggo diharapkan nanti semakin membuat masyarakat sadar," katanya.

Dikatakannya, dari seluruh wilayah di Jateng rata-rata banyak ditemukan kasus TBC terutama daerah dengan jumlah penduduk tinggi dan suhunya dingin.

Berusaha Melawan, Gadis 14 Tahun Tewas Dibakar Hidup-hidup oleh Orang yang Memperkosanya

Reza Smash Masih Muda Sudah Jadi Duda, Sang Mantan Istri Beberkan Sikap Asli Reza saat Menikah

Pihaknya menyatakan, terkait epidemologi penyakit yang sifatnya mematikan dipengaruhi banyak faktor.

Hanya saja, lingkungan dan kesadaran masyarakat paling menentukan.

"Karenanya dengan banyaknya orang sadar memakai masker, mencuci tangan harapannya mengurangi pandemi apapun." kata dia.

"Kemana-mana mengenakan masker itu telah menghalau banyak penyakit akibat virus," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Yulianto Sebut TBC Lebih Mematikan dari Virus Corona, Risiko Kematian 60 Banding 5 Persen, https://jateng.tribunnews.com/2020/06/26/yulianto-sebut-tbc-lebih-mematikan-dari-virus-corona-risiko-kematian-60-banding-5-persen.
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved