Sejarah Kota Solo

Kisah Asal-usul Nama Kota Solo : Dari Nama Pohon Sampai Sosok Ki Ageng Sala Sang Lurah Sakti

Kisah Asal-usul Nama Kota Solo : Dari Nama Pohon Sampai Sosok Ki Ageng Sala Sang Lurah Sakti

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Gamelan milik Keraton Surakarta dibawa menuju Masjid Agung jelang pembukaan Sekaten 2016, Senin (5/12/2016) pagi. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejarah Kota Solo dan Keraton Surakarta tak bisa lepas dari sosok Ki Ageng Sala.

Nama Solo, diyakini berasal dari Desa Sala, sebuah kawasan yang masih masuk dalam wilayah kedaulatan Kasunanan Surakarta.

Sejarah Asal-usul Tugu Lilin : Jadi Lambang Resmi Kota Solo, Tapi Kisahnya Nyaris Terlupakan

Sejarah dan Asal-usul Monumen 45 Banjarsari Solo : Kisah Perang Empat Hari di Solo

Kawasan Desa Sala, pada tahun 1745, dibeli oleh Kasunanan Surakarta untuk kemudian dibangun Keraton Surakarta.

Kawasan itu kemudian berkembang menjadi Kota Solo hingga sekarang.

Nah, sosok pemimpin dari Desa Sala ini adalah pria yang dijuluki masyakat sebagai Ki Ageng Sala

Pada masanya, Ia menjabat sebagai Lurah dari Desa Sala.

Taman Museum Keraton Kasunanan Surakarta yang asri.
Taman Museum Keraton Kasunanan Surakarta yang asri. (TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO)

Sejarawan asal Solo, Heri Priyatmoko, mengatakan, nama Ki Ageng Sala diambil dari nama wilayah Desa Sala tempat dimana dia memimpin.

Nama Desa Sala sendiri ditengarai karena wilayah itu ditumbuhi banyak pohon Sala.

Heri menjelaskan penggunaan nama Ki Gede ataupun Ki Ageng merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap pemimpin mereka atau sosok tokoh yang mereka segani.

Adapun nama Kyai Sala sendiri hadir akibat akulturasi dengan keberadaan agama islam yang telah masuk ke dalam wilayah Desa Sala.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved