Info Kesehatan

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Menjadi Tanda Gangguan Mental? Simak Penjelasannya

Meskipun suasana hati penderita depresi atipikal terlihat membaik, hal itu hanya berlaku sementara waktu dan mereka bisa kembali mengalami fase depres

Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM -  Tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Namun, tidur berlebihan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan mental berupa depresi.

Menurut psikolog Michelle Drerup, kurang tidur atau tidur berlebihan merupakan gejala adanya depresi.

Menurut Drerup, sebesar 15 persen penderita depresi mengalami tidur berlebihan, khususnya  penderita depresi atipikal.

Depresi atipikal adalah jenis depresi di mana penderitanya mengalami suasana hati yang dapat membaik sebagai respons terhadap peristiwa positif. 

Meskipun suasana hati penderita depresi atipikal terlihat membaik, hal itu hanya berlaku sementara waktu dan mereka bisa kembali mengalami fase depresi atau suasana hati yang rendah.

Penderita depresi atipikal biasanya juga mengalami gejala lain seperti peningkatan nafsu makan dan sensitivitas meningkat.

Ibu yang Tewas Tertabrak KA Prameks di Rel Gatak Sukoharjo Diduga Depresi, Kini Tinggalkan 3 Anak

5 Tanda-tanda Depresi Akibat Pandemi, Kehilangan Nafsu Makan hingga Perasaan Putus Asa

Daftar Promo Hypermart Sabtu 27 Juni 2020, Nikmati Promo Gulaku Gula Tebu hingga Indomie Goreng

Penyebab tidur berlebihan

Walaupun tidur berlebihan bisa menjadi gejala depresi, ada beberapa faktor yang turut memicunya.

"Ketika seseorang mengalami depresi, bisa jadi itu bentuk pelarian karena mereka kurang tidur," ucap Drerup.

Halaman
1234
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved