Solo KLB Corona

Idul Adha 2020 Saat Pandemi Corona, Jumlah Jagal Hewan Kurban di Solo Bakal Dibatasi Hanya 4 Orang

"Tidak perlu panitia terlalu banyak, tapi dibatasi dan diatur, yang menyembelih paling tidak empat orang, misalnya," jelasnya.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Penyembelihan hewan kurban untuk memperingati Idul Adha di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Kamis (23/8/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembatasan jumlah orang yang ada di dalam lokasi penyembelihan hewan kurban bakal dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Solo.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Kota Solo, Evi Nur Wulandari.

"Tempat penyembelihan, terutama di masjid diharapkan memperhatikan protokoler kesehatan," terang Evi kepada TribunSolo.com, Minggu (28/6/2020).

"Dari takmir masjid mengatur/ membatasi jumlah panitia, tidak perlu panitia terlalu banyak, tapi dibatasi dan diatur, yang menyembelih paling tidak empat orang, misalnya," jelasnya.

Sempat Ditutup, Pasar Hewan di Mojolaban Sukoharjo Dibuka Kembali untuk Persiapan Idul Adha

Kisah Keraton Kartasura : Saksi Bisu Perang Saudara nan Brutal, Pecahnya Mataram Jadi Jogja dan Solo

Idul Adha 2020 Saat Pandemi Corona, Penjual dan Hewan Kurban Masuk Solo Wajib Kantongi Surat Sehat

Selain itu, tenaga pemotong hewan kurban juga diatur jumlah dan jaraknya satu sama lainnya.

"Kemudian, untuk yang biasanya, ibu-ibu yang memotong itu diatur jarak, memakai celemek, sarung tangan, masker dan face shield," tutur Evi.

Evi menuturkan panitia juga harus memeriksa suhu tubuh para penjagal dan pemotong daging hewan kurban sebelum bertugas.

"Sebelum masuk, juga memperhatikan protokoler kesehatan disediakan tempat cuci tangan, kemudian pengecekan thermo gun supaya semua panitia diketahui suhu tubuh," tutur dia.

"Begitu juga saat mengedarkan, petugas tetap harus menerapkan protokoler kesehatan yang dianjurkan," tambahnya.

Anak-anak, lanjut Evi, tidak diperkenankan menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban.

"Untuk orang tua dan anak-anak dilarang masuk, melihat pemotongan sapi, takutnya bergerombol saat melihat," kata dia.

"Selain karena wabah covid, dari dulu, kami melarang karena kaitannya psikologi anak saat melihat hewan disembelih," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved